Portalnusa.id – Keresahan akibat bergesernya status desil penerima bantuan sosial (bansos) memicu fenomena baru di Kota Cirebon.
Lantaran khawatir kehilangan hak atas bantuan dari pemerintah, warga berbondong-bondong memadati Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon demi mengubah status pekerjaan pada dokumen kependudukan mereka.
Kepanikan ini terlihat dari lonjakan antrean pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang terjadi sejak awal pekan.
Banyak warga meyakini bahwa mengubah kolom pekerjaan pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) menjadi solusi untuk menurunkan kembali tingkat desil kesejahteraan mereka.
Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan, membenarkan adanya kenaikan signifikan pada pemohon perubahan data kependudukan.
“Dari Senin kemarin kantor ramai mas, warga banyak yang meminta perubahan status pekerjaan. Banyak yang dari ibu rumah tangga merubah menjadi buruh harian lepas, dari wiraswasta jadi buruh harian lepas. Saya sempat tanya, mereka tujuannya mau merubah desil, katanya dari desil 2 jadi desil 6 atau 7,” ungkap Andi, Rabu (2/9/2026).
Fenomena ini sejatinya lahir dari kesalahpahaman informasi di masyarakat. Menanggapi situasi tersebut, Andi menegaskan bahwa dinas yang dipimpinnya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan atau mengintervensi klasifikasi desil penerima bantuan sosial.
“Semua data memang bermula dari data dari kami di kependudukan, tapi untuk sektor sosial itu bukan di kami,” tegas Andi.
Meski begitu, pihak Disdukcapil tidak dapat menolak setiap pemohonan pemutakhiran data yang diajukan masyarakat, selama seluruh berkas dan syarat administratif yang dipersyaratkan terpenuhi.
“Kami merubah data di KTP dan KK itu hak yang tidak bisa kita tolak, dan itu tidak bisa kami batasi apapun alasannya. Selama persyaratan lengkap kita layani,” pungkasnya.
Gelombang pengajuan perubahan data ini menjadi bukti nyata tingginya kebingungan dan kepanikan warga di tingkat bawah terkait dinamika pemutakhiran data penerima bansos yang tengah berlangsung































Discussion about this post