Pasirjambu, Kabupaten Bandung – Kegiatan literasi bertajuk Fun Reading: Silent Reading di Alam sukses digelar di Villa Rosse, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Minggu (14/6). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh 36 peserta dan didukung oleh 8 panitia.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TBM Al & El, Villa Rosse, dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Bandung. Mengusung konsep membaca dalam suasana alam terbuka, peserta diajak menikmati pengalaman membaca yang tenang dan menyenangkan di tengah udara sejuk kawasan Pasirjambu.
Salah satu bentuk kontribusi nyata dari Relima Kabupaten Bandung dalam kegiatan ini adalah mengoordinasikan kehadiran 15 peserta dari Kecamatan Pangalengan. Para peserta menempuh perjalanan sekitar 27 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 80 menit menuju lokasi kegiatan. Perjalanan tersebut melewati hamparan perkebunan teh yang luas serta kawasan hutan di sekitar Gunung Tilu yang menjadi ciri khas bentang alam wilayah Bandung Selatan.
Kehadiran peserta dari Pangalengan menunjukkan bahwa semangat literasi mampu menembus batas wilayah dan jarak. Antusiasme peserta yang rela menempuh perjalanan cukup jauh menjadi bukti bahwa kegiatan literasi semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
Ketua TBM Al & El, Megantri S., mengatakan bahwa kegiatan Fun Reading kali ini menjadi pengalaman baru bagi komunitasnya karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di ruang terbuka.
“Acara Fun Reading ini pertama kali digelar di alam terbuka. Biasanya digelar di TBM Al & El saja. Semoga ke depannya bisa lebih meriah lagi,” ujar Megantri.
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Literasi di alam terbuka adalah healing dan silaturahmi.
“Tujuannya healing aja, sejenak rehat dari hiruk pikuk dunia😂, dan silaturahmi”, lanjut Mengantri.
Menurutnya, kolaborasi dengan Relima Kabupaten Bandung memberikan dampak positif bagi pengembangan kegiatan literasi yang selama ini dijalankan oleh TBM Al & El. Kehadiran Relima dinilai mampu memperluas jejaring sekaligus membantu menyukseskan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat.
“Dengan adanya Relima, kegiatan kami menjadi lebih ramai dan menjangkau peserta dari berbagai wilayah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan literasi yang lebih baik,” katanya.
Megantri menambahkan, pihaknya berencana menggelar berbagai kegiatan lanjutan, termasuk lomba-lomba literasi yang akan melibatkan Relima Kabupaten Bandung.
“Ke depan kami akan mengadakan lomba literasi dan berencana melibatkan Amran Halim selaku Relima Kabupaten Bandung sebagai salah satu juri,” tambahnya.
Sementara itu, Relima Kabupaten Bandung, Amran Halim, mengapresiasi semangat para pengelola taman bacaan masyarakat yang secara konsisten menggelar kegiatan literasi di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.
“Di Kabupaten Bandung ini, gerakan literasi telah aktif tiap pekannya, baik di pelataran TBM maupun di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung. Namun sayangnya banyak kegiatan tersebut belum terinput pada data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Hal ini disebabkan masih terbatasnya pemahaman mengenai pentingnya pelaporan aktivitas literasi melalui aplikasi SIM TPBIS Perpustakaan Nasional,” ujar Amran.
Ia menjelaskan bahwa dokumentasi dan pelaporan kegiatan literasi memiliki peran penting dalam mendukung pengukuran pembangunan literasi di daerah. Menurutnya, aktivitas yang tidak terdokumentasikan dengan baik akan berdampak pada rendahnya data capaian literasi yang tercatat secara nasional.
“Saya selaku Relima Kabupaten Bandung akan berusaha memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendokumentasian dan pelaporan kegiatan literasi pada IPLM. Mirisnya, dari 75 Key Program Indeks TPBIS Perpusnas di Kabupaten Bandung, hanya 4 PerpusDes/TBM yang secara aktif melakukan pelaporan kegiatan melalui aplikasi SIM TPBIS,” ungkapnya.
Amran berharap semakin banyak pengelola perpustakaan dan TBM yang memahami pentingnya pelaporan kegiatan agar berbagai aktivitas literasi yang telah berjalan dapat tercatat dan menjadi bagian dari penguatan indeks literasi daerah.
Kegiatan Fun Reading di Alam menjadi salah satu contoh nyata bahwa gerakan literasi dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antar-komunitas literasi dalam membangun budaya membaca di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.
Sebagai tindak lanjut, Relima Kabupaten Bandung berencana terus melakukan pendampingan kepada pengelola TBM, perpustakaan desa, dan komunitas literasi agar lebih aktif melakukan dokumentasi serta pelaporan kegiatan melalui sistem yang telah disediakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
































Discussion about this post