Portalnusa.id – Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi tekanan terhadap mata uang rupiah di tengah penguatan dolar AS yang cukup tinggi.
Melalui berbagai instrumen kebijakan, bank sentral berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menegaskan bahwa pihak Bank Indonesia telah melakukan tindakan menyeluruh (all out) untuk memastikan rupiah tetap stabil.
”Kalau terkait dengan rupiah, kami di Bank Indonesia sudah melakukan berbagai instrumen. Mulai dari intervensi masuk ke pasar, kemudian kita juga menaikkan BI Rate kemarin untuk menjaga stabilitas. Kami all out, kami siap untuk menjaga agar stabilisasi rupiah itu terjaga,” ujar Wihujeng, disela kesibukkannya, Jumat (12/6/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kunci dari terjaganya kondusivitas ini adalah sinergi dan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak di daerah. Dengan kondisi yang aman dan terkendali, diharapkan tekanan inflasi dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi ke depan menjadi lebih terukur.
Sementara itu, menanggapi kondisi ekonomi di wilayah kerja KPw BI Cirebon yang meliputi wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), Wihujeng menyampaikan bahwa sejauh ini data menunjukkan pergerakan yang cukup positif.
Salah satu indikator utamanya terlihat dari lonjakan signifikan pada sistem pembayaran digital.
”Data-data dari sistem pembayaran kami, QRIS, kenaikannya cukup signifikan di 2026 ini dibandingkan 2025. Naiknya di atas 150 persen. Jadi ini indikator bahwa ekonomi di wilayah Ciayumajakuning masih aman terjaga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wihujeng tidak menampik bahwa fluktuasi nilai tukar dolar dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, berdasarkan data riil yang ada di lapangan saat ini, ia optimis bahwa stabilitas ekonomi di wilayah Cirebon dan sekitarnya masih berada dalam kondisi yang aman dan kondusif.































Discussion about this post