Portalnusa.id – Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol. Infanteri Nizar Bachtiar, melakukan peninjauan langsung terhadap proses pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlokasi di Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Selasa (5/5/2026).
Kunjungan ini merupakan wujud dukungan TNI terhadap program strategis pemerintah dalam rangka memperkuat ekonomi kerakyatan. Nizar Bachtiar menegaskan bahwa kehadiran koperasi ini memiliki tujuan mulia untuk mensejahterakan masyarakat. Melalui koperasi, berbagai produk hasil pertanian maupun produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan ditampung dan didistribusikan secara terstruktur.
“Ke depannya koperasi ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat melalui hasil pertanian dan UMKM. Nanti akan terserap oleh koperasi dan didistribusikan, sehingga perputaran ekonomi yang ada di desa dan kecamatan akan bisa meningkat,” ujar Nizar.
Salah satu masalah krusial yang akan diselesaikan melalui keberadaan koperasi ini adalah masalah harga yang selama ini sering tidak menentu. Dengan adanya manajemen yang baik, harga komoditas pertanian akan memiliki standar yang jelas.
“Yang selama ini mungkin penjualan gabah atau beras itu tidak ada harga standar, nanti ke depan melalui koperasi ini akan distandarkan. Sehingga otomatis kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” tegasnya.
Koperasi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang atau gudang semata, namun dirancang sebagai pusat ekonomi lengkap dengan gerai penjualan.
“Di sini koperasi ini bukan hanya sekadar gudang, tetapi dia mempunyai gerai. Nah, gerai inilah nanti akan bisa menjual barang-barang, salah satunya produk UMKM. Sedangkan untuk hasil pertanian seperti beras akan didistribusikan, baik itu di internal lingkup kecamatan, kabupaten, ataupun kalau jumlahnya lebih bisa sampai keluar daerah,” jelasnya.
Langkah ini, lanjutnya, sejalan dengan visi pemerintah pusat agar kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang ekonomi pedesaan, bisa meningkat secara signifikan.
Dandim menambahkan hingga saat ini, progres pembangunan koperasi di Kabupaten Cirebon berjalan cukup baik. Nizar menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 40 titik yang dinyatakan selesai dibangun. Namun, target yang harus dicapai jauh lebih besar lagi.
“Kalau untuk di Kabupaten Cirebon sendiri yang sudah rampung selesai seperti ini, kurang lebih sudah ada 40 titik. Target kita nanti di bulan Juli, sesuai target dari Pusat, kita harus menyelesaikan kurang lebih sekitar 200 titik. Harapannya setelah ini selesai, akan diresmikan dan siap dioperasionalkan,” tambahnya.
Dalam tahapan pembangunannya, program ini melibatkan sinergi yang kuat antara desa dan pemerintah pusat. Lahan disiapkan oleh desa, sementara sarana dan prasarana didukung penuh dari anggaran pusat.
“Tahapannya dimulai dari pembangunan fisik. Lahan disiapkan oleh desa menggunakan aset desa, kemudian kami membantu proses pembangunannya. Setelah dinyatakan selesai, sarana prasarana seperti kendaraan truk, pick up, motor roda tiga, hingga perlengkapan seperti AC dan rak barang semuanya didukung oleh Pemerintah Pusat,” jelas Nizar.
Baru setelah seluruh fasilitas dinyatakan lengkap dan siap pakai, barulah dilakukan peluncuran atau peresmian secara serentak.
“Setelah dinyatakan selesai baik sarana, prasarana, dan kendaraan sudah lengkap, baru nanti akan dilaksanakan launching atau peresmian secara terpusat, dan setelah itu baru beroperasi,” tegasnya.
Untuk menjamin keberlangsungan operasional, manajemen koperasi akan dipegang oleh putra-putri terbaik di masing-masing desa.
“Untuk ketua koperasi juga sudah ditunjuk dari masing-masing desa. Harapannya mereka bisa langsung mengoperasikan dan mengontrol. Ini kerja sama dengan pemerintah desa, kecamatan, dan semua elemen akan terlibat di situ,” pungkas Nizar Bachtiar.
Dengan adanya koperasi ini, diharapkan roda ekonomi di desa-desa Kabupaten Cirebon akan semakin berputar cepat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
































Discussion about this post