Portalnusa.id – Kondisi internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cirebon memanas. Hari ini, Minggu (12/4/2026), agenda Musyawarah Cabang (Muscab) resmi digelar untuk menentukan nakhoda baru partai berlambang Ka’bah tersebut. Namun, pelaksanaan agenda krusial ini justru memicu polemik tajam.
Ketua DPC PPP Kota Cirebon yang masih menjabat secara aktif, Dr. Doddy Arianto, secara mengejutkan mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal pelaksanaan Muscab tersebut. Pernyataan ini sontak memperkuat asumsi publik mengenai adanya perpecahan internal atau “pecah kongsi” di tubuh partai.
Dua Kubu di Tubuh Ka’bah?
Munculnya agenda Muscab tanpa koordinasi dengan ketua aktif memicu dugaan kuat adanya dualisme kepemimpinan atau pembentukan dua kubu di internal PPP Kota Cirebon.
Kubu Pelaksana Muscab: Bergerak cepat melakukan konsolidasi untuk pergantian kursi ketua. Kubu Dr. Doddy Arianto: Menganggap proses ini berjalan di luar sepengetahuan struktur pimpinan daerah yang sah.
Klarifikasi Dr. Doddy Arianto
Dr. Doddy menegaskan bahwa dirinya sebagai ketua aktif tidak dilibatkan dalam persiapan maupun pelaksanaan agenda tersebut. Situasi ini dinilai tidak lazim dalam mekanisme organisasi partai politik, di mana Muscab seharusnya menjadi forum konsolidasi yang inklusif bagi seluruh pengurus.
”Saya tidak tahu menahu soal agenda Muscab hari ini,” ujar Doddy singkat, menggambarkan betapa dalamnya keretakan komunikasi di internal partai saat ini.
Doddy, menegaskan bahwa berdasarkan Surat Keputusan (SK) terakhir yang dikantonginya, masa bakti kepengurusan DPC saat ini sebenarnya masih berlaku hingga tahun 2027. Ia menyebutkan bahwa aktivitas kepartaian sejauh ini masih berjalan normal dan tersentral di kantor DPC.
Doddy menduga rencana Muscab prematur ini merupakan imbas dari polemik di tingkat wilayah. Diketahui, Plt Ketua DPW PPP Jabar, Pepep Saepul Hidayat, tengah melayangkan gugatan terhadap SK DPP yang mengangkat Uu Ruzhanul Ulum sebagai Plt Ketua DPW Jabar.
”Kita tidak mau terganggu. Saat ini kami masih mengikuti proses gugatan di PN untuk menentukan sikap kita di bawah,” ujar dr. Doddy.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kubu Uu Ruzhanul Ulum telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk 18 DPC di Jawa Barat, termasuk Kota Cirebon. Muscab hari ini pun dipersiapkan oleh perangkat Plt, yakni Anita Tri Handayani sebagai Plt Ketua dan Akhmad Arifin sebagai Plt Sekretaris.
DPW Jabar: Muscab Adalah Agenda Rutin Lima Tahunan
Di sisi lain, Wakil Ketua I Bidang OKK DPW PPP Jawa Barat, Tunggal Dewananto (Dewa), membantah adanya kejanggalan. Ia menyatakan bahwa Muscab ini adalah amanat Muktamar dan merupakan agenda rutin lima tahunan.
Menurut hitungan DPW dan DPP, masa jabatan DPC Kota Cirebon sejatinya telah berakhir pada Februari 2026, mengingat Muscab terakhir dilaksanakan pada tahun 2021.
“Menurut hitungan DPP, DPC Kota Cirebon ini habis tahun 2026 karena dulu Muscabnya tahun 2021. Adapun jika di SK tertulis sampai 2027, kita tetap mengacu pada waktu Muscab sebelumnya. Jadi, kepanitiaan sudah disusun untuk Muscab besok,” tegas Dewa.
Hingga berita ini diturunkan, agenda Muscab tetap direncanakan berjalan meski di bawah bayang-bayang sengketa hukum yang masih bergulir di Pengadilan Negeri.

































Discussion about this post