Portalnusa.id – Ratusan warga memadati Kompleks Pemakaman Keramat Syekh Kilobama, Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Senin (30/3/2026).
Kehadiran masyarakat tersebut guna mengikuti Tahlil Massal dalam rangka memperingati Haul Ki Gede Mundu, Syekh Kilobama, dan Pangeran Bratakelana Sedalautan.
Acara tahunan yang jatuh setiap tanggal 10 Syawal ini berlangsung khidmat. Prosesi doa bersama dilakukan di sejumlah titik makam keramat, mulai dari makam Ki Gede Mundu (Syekh Mudarim), Syekh Brata Kelana (Pangeran ing Desa Lautan), hingga makam utama Syekh Kilobama (Syekh Abdurrohman Al Baghdadi).
Edukasi Sejarah bagi Generasi Muda
Kuwu Desa Mundupesisir, Khaerun, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga memori kolektif masyarakat terhadap jasa para pendahulu.
“Memastikan generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan para pendiri wilayah Mundu,”katanya.
Di sela-sela ziarah, panitia menyelenggarakan santunan anak yatim sebagai wujud meneladani nilai kebaikan para leluhur.
Menjadi ajang silaturahmi akbar antarwarga tanpa memandang status sosial di momen bulan Syawal.
”Kami berharap melalui kegiatan ini, ukhuwah warga semakin kuat dan kita semua mendapatkan berkah dari doa-doa yang dipanjatkan untuk para sesepuh,” ujar Khaerun.
Apresiasi Pemerintah dan Status Cagar Budaya
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Kepala Bidang Kebudayaan, R. Moh. Al Bana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemerintah Desa Mundupesisir dalam melestarikan sejarah lokal.
Al Bana menekankan pentingnya edukasi sejarah yang disampaikan setiap tahun agar masyarakat memahami peran besar para tokoh tersebut dalam penyebaran agama Islam di wilayah Cirebon.
”Kami mendorong penuh pelestarian tradisi ini. Ini adalah bentuk nyata menjaga peninggalan leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” pungkas Al Bana.































Discussion about this post