PortalNusa.ID, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi memulai langkah strategis dalam penataan infrastruktur telekomunikasi melalui integrasi layanan internet satu pintu yang dibarengi program “tiang bersama”. Kebijakan ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat transformasi digital pemerintahan, tetapi juga mendukung estetika kota serta membuka potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kickoff program tersebut dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat daerah, kepala perangkat daerah, direktur BUMD dan BLUD, camat, serta perwakilan mitra strategis dari Telkom Indonesia Wilayah Priangan Barat.
Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa integrasi layanan internet satu pintu merupakan bagian dari agenda besar transformasi digital Kota Sukabumi. Sistem ini akan mengonsolidasikan layanan internet seluruh SKPD dalam satu pengelolaan terpusat, sehingga lebih efisien dan terukur.
“Implementasi dilakukan bertahap, dengan potensi efisiensi anggaran mencapai Rp1,6 miliar. Ini bukan hanya soal jaringan internet, tetapi tentang tata kelola yang lebih tertib dan transparan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, program “tiang bersama” menjadi inovasi pendukung yang dinilai strategis. Melalui kebijakan ini, penggunaan tiang jaringan akan diintegrasikan untuk menghindari tumpang tindih infrastruktur antar-operator. Selain meningkatkan kualitas jaringan, langkah ini diharapkan memperbaiki estetika kota dengan menekan kesemrawutan kabel udara.
Sebagai tahap awal, pemerintah daerah telah membangun 102 tiang di kawasan Bhayangkara untuk uji coba program tersebut. Evaluasi akan dilakukan sebelum implementasi diperluas ke wilayah lain.
General Manager Telkom Priangan Barat, Dode Suparman, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung penuh kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa infrastruktur fiber optik nasional yang dimiliki Telkom menjadi fondasi kuat untuk menopang kebutuhan konektivitas pemerintahan daerah.
“Layanan internet satu pintu ini akan melayani seluruh SKPD. Kami juga menyiapkan dukungan teknis, termasuk engineer onsite untuk memastikan stabilitas layanan,” kata Dode.
Menurutnya, integrasi infrastruktur melalui program tiang bersama juga berpotensi menciptakan tata kelola jaringan yang lebih rapi dan berkelanjutan. Selain berdampak pada kualitas layanan publik, skema ini membuka peluang optimalisasi aset daerah yang dapat berkontribusi terhadap PAD.
Langkah Sukabumi ini mencerminkan tren nasional di mana pemerintah daerah mulai menata ulang infrastruktur telekomunikasi sebagai bagian dari strategi transformasi digital yang komprehensif. Tidak hanya membangun sistem berbasis teknologi, tetapi juga memastikan aspek tata ruang, efisiensi fiskal, dan keberlanjutan ekonomi berjalan seiring.
Dengan pendekatan integratif tersebut, Sukabumi menempatkan digitalisasi bukan sekadar modernisasi layanan, melainkan sebagai instrumen penataan kota yang lebih tertib, efisien, dan berdaya saing.



































Discussion about this post