PortalNusa.ID, Sukabumi – Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Majlis Taklim Nurul Hikmah Al Musthofa, Desa Cihaur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (4/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri ratusan warga dan tokoh masyarakat setempat, termasuk tokoh agama Habib Qures Al Athos. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar kebangsaan adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Di tengah tantangan zaman, kita harus memperkuat pemahaman ini agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan,” ujar Zainul Munasichin.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan program resmi MPR RI yang dilaksanakan di berbagai daerah. Tujuannya untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus informasi dan potensi konflik sosial.
Zainul menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa di era digital. Menurutnya, literasi kebangsaan harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpecah akibat perbedaan pandangan politik, budaya, maupun agama.
“Anak-anak muda harus jadi garda terdepan dalam menjaga NKRI. Media sosial bisa memperkuat persatuan, tapi juga bisa memecah belah jika digunakan tanpa pemahaman yang benar,” tambahnya.
Sebagai anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi kesehatan, tenaga kerja, dan kesejahteraan rakyat, Zainul dikenal aktif mendorong program-program yang menyentuh langsung masyarakat. Selain itu, ia juga memegang mandat MPR RI untuk menyosialisasikan empat pilar kebangsaan ke berbagai lapisan, termasuk kalangan pesantren, majelis taklim, mahasiswa, dan komunitas pemuda.
Dalam beberapa kesempatan, Zainul juga konsisten menyuarakan isu-isu publik seperti peningkatan layanan kesehatan, perlindungan pekerja migran, dan pemberdayaan masyarakat desa. Kiprahnya di Sukabumi kali ini menjadi bagian dari komitmennya untuk memperkuat pemahaman kebangsaan hingga ke tingkat akar rumput.
Acara ditutup dengan doa bersama dan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Warga tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait isu keberagaman, peran generasi muda, serta tantangan menjaga persatuan di era digital.




































Discussion about this post