Portalnusa.id – Dukungan terhadap penguatan layanan medis darurat di Kota Cirebon terus mengalir. Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, R Endah Arisyanasakanti SH, mengapresiasi dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh langkah UPT Pelayanan Kesehatan Khusus (PSC 119) Kota Cirebon dalam menggalang kolaborasi bersama armada ambulans lintas lembaga.
Dukungan tersebut disampaikan usai hadirnya puluhan armada ambulans dari berbagai lembaga sosial yang berkumpul di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Lemahwungkuk. Inisiatif ini digagas untuk merespons keterbatasan armada PSC 119 yang saat ini hanya memiliki tiga unit ambulans, sementara harus melayani rata-rata 150 panggilan darurat setiap bulannya.
Endah menilai, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan merupakan solusi krusial agar penanganan kegawatdaruratan medis di masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan merata.
“Ini langkah yang bagus, kami mendukung dan mengapresiasi. Tadi saya lihat semua siap memback up PSC 119. Jika bersama, pelayanan sekelas PSC 119 ini tentu akan semakin maksimal,” ujar Endah.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Endah—yang juga mengelola satu unit ambulans sosial di bawah yayasannya—memastikan armada milik yayasannya siap dikerahkan kapan saja untuk membantu penanganan medis darurat di wilayah Kota Cirebon.
Sementara itu, Kepala PSC 119 Kota Cirebon, Wijaya, menjelaskan bahwa pembentukan jaringan koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus membagi beban pelayanan kegawatdaruratan di lapangan.
Menurutnya, PSC 119 tidak mungkin berdiri sendiri tanpa sokongan dari seluruh armada ambulans yang ada.
“Kami mengundang ambulans yang dimiliki lembaga-lembaga sosial di wilayah Kota Cirebon untuk bersilaturahmi, membangun kolaborasi. Kami ingin ambulans yang ada di Kota Cirebon secara bergantian membantu melayani kegawatdaruratan,” kata Wijaya.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan dari 60 pengelola ambulans yang hadir untuk membentuk tim dan ruang koordinasi khusus. Melalui wadah ini, seluruh armada yang terdaftar dapat bergerak terpadu dan saling membatu saat terjadi situasi darurat di Kota Cirebon.
































Discussion about this post