Portalnusa.id – Wisata Edukasi dan Observasi Kura-kura Belawa (Cikuya) yang terletak di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, kini menunjukkan wajah baru yang lebih tertata. Meski perlahan, objek wisata berbasis konservasi satwa endemik ini mulai bertransformasi menjadi destinasi favorit untuk kegiatan luar kelas (outing class) bagi dunia pendidikan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bela Asih Desa Belawa, Eman Suherman, mengungkapkan bahwa kondisi objek wisata saat ini mengalami kemajuan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penataan lingkungan yang lebih bersih dan pemanfaatan fasilitas yang lebih optimal menjadi kunci utama penarikan kunjungan wisatawan.
“Saat ini kondisi sudah jauh lebih baik. Lingkungan lebih bersih dan fasilitas yang ada sudah sangat layak untuk diintegrasikan dengan dunia pendidikan. Kami sudah mulai menjalankan program edukasi dalam bentuk outing class,” ujar Eman saat ditemui di lokasi wisata, kemarin.
Eman menjelaskan, daya tarik utama Cikuya bukan sekadar melihat binatang, melainkan nilai sejarah dan biologis yang tidak dimiliki tempat lain. Kura-kura Belawa (Amyda cartilaginea) dikenal memiliki bentuk fisik yang spesifik dan berbeda dari jenis labi-labi lainnya.
“Anak-anak sekolah perlu mengenal sejarah kura-kura Belawa. Ini bukan satwa yang sekadar didatangkan, tapi ada history dan cerita rakyat yang melatarbelakangi keberadaannya. Selain itu, bentuknya sangat unik dan spesifik, ini yang kami edukasikan kepada para siswa,” tambahnya.
Hingga saat ini, lanjutanya, tingkat kunjungan telah mencapai angka yang menggembirakan. Berdasarkan data Pokdarwis, ribuan pengunjung dari jenjang TK hingga SD telah menyambangi lokasi ini. Untuk menunjang kegiatan tersebut, pengelola telah menyiapkan paket wisata kreatif.
“Sebagai contoh, untuk agenda kunjungan terdekat sekitar 70 murid, kami menawarkan paket mewarnai. Sekolah cukup membawa alat tulis, kami sediakan media gambar kura-kura dan menyiapkan reward bagi juara sebagai bentuk kolaborasi,” jelas Eman.
Ia mencatat total kunjungan secara akumulatif telah mencapai lebih dari 2.000 hingga 3.000 orang dari berbagai sekolah.
Meski menunjukkan tren positif, Eman berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Dinas Pendidikan, dapat mengambil peran lebih aktif. Pokdarwis berharap ada kebijakan formal yang mendorong sekolah-sekolah di wilayah Cirebon untuk menjadikan Cikuya sebagai destinasi wajib wisata edukasi lokal.
“Kami ingin Dinas Pendidikan ikut memberdayakan potensi ini dengan menggiring sekolah-sekolah beredukasi di sini. Datanya sudah jelas, sudah banyak sekolah yang datang, tinggal diperkuat dengan kebijakan resmi,” tegasnya.
Selain dukungan kebijakan, tantangan terbesar yang masih mengganjal adalah aksesibilitas. Jalur utama dari arah Lemahabang menuju Desa Belawa saat ini dinilai masih kurang nyaman bagi wisatawan karena kondisi jalan yang rusak di beberapa titik.
“Akses jalan adalah ukuran utama sebuah tempat wisata. Orang berwisata itu mencari kenyamanan dan keamanan. Harapan kami dan seluruh masyarakat, pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan menuju Cikuya agar potensi wisata ini benar-benar bisa menonjol dan menjadi kebanggaan Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.




































Discussion about this post