Portalnusa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon memastikan proyek perbaikan dan perbaikan infrastruktur jalan di ruas Jalan Kalilunyu – Argasunya akan segera memasuki tahap pelelangan pada bulan Agustus 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di wilayah tersebut.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjelaskan bahwa penanganan Jalan Kalilunyu sejatinya sudah direncanakan dalam anggaran murni. Namun, pengerjaannya sempat tertunda akibat adanya penyesuaian dan perubahan standar harga bahan baku.
“Kemarin itu sebetulnya kita bukan tidak mau mengerjakan, tapi dalam anggaran murni sudah ada. Namun ada beberapa perubahan anggaran akibat kenaikan harga. Kita harus melakukan harmonisasi ke provinsi untuk perubahan standar harga, dan alhamdulillah sudah selesai,” ujar Effendi Edo, Kamis (30/7/2026).
Effendi menambah bahwa proses kelanjutan lelang dijadwalkan berjalan dalam waktu dekat.
“Insyaallah bulan Agustus ini, apakah di minggu pertama atau minggu kedua, sudah bisa dilakukan proses selanjutnya untuk pelelangan dan lain sebagainya,” lanjutnya.
Mengingat keterbatasan anggaran yang ada, perbaikan jalan tidak dilakukan di seluruh ruas, melainkan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah sepanjang kurang lebih 400 meter. Pemkot Cirebon juga memutuskan untuk menggunakan material beton (betonisasi) mengingat muatan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut cukup berat.
“Kapasitas kendaraannya tonasenya besar-besar, maka kita pemerintah daerah memutuskan untuk dibeton,” tegas Effendi Edo. Terkait kenaikan Standar Harga Satuan (SHS) dalam Perwal baru, ia menyebut nilainya bervariasi antara 10%, 15%, hingga 20% tergantung bahan bakunya.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rahman, menegaskan bahwa penanganan Jalan Kalilunyu akan melanjutkan struktur rigid beton yang sudah ada sebelumnya.
“Kegiatan di Kalilunyu ini masih berproses. Kemarin ada beberapa hambatan terkait kenaikan harga satuan dan kondisi kesiapan keuangan Pemda. Mudah-mudahan bulan Agustus sudah bisa berjalan. Kita rencanakan menggunakan rigid beton karena banyak dilalui kendaraan berat seperti dump truck pengangkut pasir,” jelas Rahman.
Rahman menambahkan, penanganan akan difokuskan pada titik-titik kerusakan sepanjang 350 hingga 400 meter sebagai sambungan dari beton yang sudah ada ke arah depan. Targetnya, pengerjaan dapat rampung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada akhir tahun 2026.






























Discussion about this post