Portalnusa.id – Rombongan Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon, Kamis (30/7/2026).
Kedatangan rombongan legislatif yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf, disambut hangat oleh Kepala Dispora Kota Cirebon, Andi Wibowo, yang didampingi Kepala Bidang Olahraga, Eka Madiya, beserta jajaran pejabat Dispora lainnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf, menjelaskan bahwa agenda Monev ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta menyelaraskan program pembinaan kepemudaan dan keolahragaan di Kota Cirebon.
“Alhamdulillah Komisi III hari ini berkunjung, intinya adalah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana kemudian pembinaan pemuda di Kota Cirebon, meningkatkan prestasi olahraga, dan bagaimana optimalisasi aset yang dimiliki Dispora,” ujar Yusuf usai pertemuan.
Salah satu fokus utama yang dibahas dalam Monev tersebut adalah kepastian status hukum dan pengelolaan Kawasan Stadion Bima. Yusuf menyambut baik tuntasnya proses sertifikasi aset Stadion Bima yang kini resmi dimiliki Pemkot Cirebon secara hukum (de jure).
“Alhamdulillah akhirnya salah satu masalah kemarin terkait dengan aset Kota Cirebon yang pengelolaannya leading sector-nya adalah Dispora, yaitu Stadion Bima, kan sudah sertifikasi ya. Artinya sudah resmi secara de jure mempunyai hak kepemilikan penuh,” tegas Yusuf.
Menurutnya, rampungnya status legalitas ini menjadi momentum emas bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk mulai merancang pengelolaan kawasan tersebut secara profesional dan modern tanpa terkendala masalah legalitas seperti sebelumnya.
Oleh karena itu, Komisi III mendorong Dispora untuk segera menyusun masterplan atau grand design pengembangan Stadion Bima agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun pendapatan daerah.
“Ini adalah kesempatan bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk mendesain bagaimana pengelolaan berikutnya. Kalau dulu ketika kita akan menggandeng pihak ketiga ada kendala sertifikasi, hari ini sudah tidak ada kendala lagi. Sehingga Komisi III meminta kepada Dispora untuk membuat grand design, kira-kira aset yang luar biasa ini akan kita kelola seperti apa ke depannya,” jelasnya.
Yusuf menambahkan, optimalisasi kawasan Stadion Bima memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan konsep sport tourism. Selain menjadi ruang publik dan pusat kegiatan olahraga warga, kawasan ini dinilai berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor turunan.
“Kalau bicara tentang sport tourism, ini akan menjadi destinasi atau tujuan olahraga warga Kota Cirebon. Ketika ini menjadi tujuan, tentu ada aktivitas ekonomi seperti retribusi parkir, kuliner, hingga perhotelan. Yang jelas, Kota Cirebon akan sangat siap mempunyai aset venue yang layak untuk ditawarkan ke tingkat Jawa Barat bahkan nasional,” pungkasnya.
Turut hadir dalam rombongan Komisi III DPRD tersebut di antaranya Sekretaris Komisi III R. Endah Arisyanasakanti, serta para anggota Komisi III yaitu Indra Kusumah Setiawan, Fahmi Mirza Ibrahim, Hendi Nurhudaya, dan Leni Rosliani.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon menyambut positif rekomendasi Komisi 3 DPRD Kota Cirebon terkait penyusunan grand design dan skema pengelolaan Kawasan Olahraga Bima. Langkah koordinasi ini dinilai sebagai pijakan strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperbaiki sarana prasarana yang ada.
Kadispora Kota Cirebon, Andi Wibowo, menyampaikan apresiasinya atas masukan dan koordinasi yang dilakukan oleh jajaran Komisi 3 DPRD Kota Cirebon. Menurutnya, perolehan sertifikasi atas Kawasan Bima menjadi titik awal yang sangat krusial bagi pengelolaan ke depan.
”Ini menjadi langkah yang sangat strategis ya, karena banyak poin-poin yang menjadi bahan kita. Ini menjadi awalan yang sangat strategis ketika sertifikasi Kawasan Bima sudah didapat,” ujar Andi Wibowo.
Andi menjelaskan, Dispora akan segera memformulasi langkah awal penataan sarana dan prasarana olahraga yang ada saat ini. Pembenahan tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas fasilitas, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.
”Harapan kami tidak hanya terkait dengan pembinaan dan prestasi, tapi juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, yang ujung-ujungnya peningkatan PAD untuk Kota Cirebon,” tambahnya.
Guna merealisasikan rencana tersebut, Dispora telah menggelar serangkaian diskusi internal bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Bagian Hukum Setda Kota Cirebon. Langkah berikutnya adalah mengelar rapat koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait sesuai dengan tugas dan fungsi (tusi) masing-masing.
”Kita akan lakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk merumuskan langkah-langkah selanjutnya. Ini harus segera, karena bisa menjadi jawaban atas potensi peningkatan PAD. Potensinya luar biasa,” tegas Andi.
Melalui penataan yang matang dan komprehensif, Pemkot Cirebon menargetkan Kawasan Bima dapat bertransformasi menjadi pusat kegiatan olahraga dan ekonomi yang memiliki daya tarik tinggi.
”Harapan kami, Kawasan Bima ini bisa menjadi magnet, tidak hanya di lingkup wilayah lokal, tetapi juga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.































Discussion about this post