Portalnusa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) resmi mengusulkan perbaikan dan penataan tiga ruas jalan utama kota melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Total anggaran yang diajukan ke pemerintah pusat diperkirakan mencapai Rp24 miliar.
Tiga akses jalan strategis yang masuk dalam skema pengusulan tersebut mencakup Jalan Wahidin, Jalan Siliwangi, dan Jalan Rajawali Raya. Saat ini, tahapan pengusulan tersebut masih berada dalam proses asistensi dan verifikasi teknis di tingkat pusat.
Kepala Dinas PUTR Kota Cirebon, Rachman, menyampaikan bahwa progres usulan terus berjalan dan pihaknya aktif memenuhi seluruh persyaratan administratif yang diminta oleh pusat.
“Terkait dengan IJD, kita mengusulkan ada tiga ruas jalan, yaitu Jalan Wahidin, Jalan Siliwangi, dan Jalan Rajawali Raya. Kita masih berproses. Minggu yang lalu kami juga masih dimintai kelengkapan dokumen terkait dokumen lingkungan,” ujar Rachman kepada awak media, Kamis (30/7/2026).
Kelengkapan Dokumen dan Kesiapan Lahan
Rachman menjelaskan bahwa pengajuan dana melalui mekanisme IJD membutuhkan kesiapan yang sangat matang dari pemerintah daerah. Pemkot Cirebon melalui Wali Kota telah melengkapi berbagai kriteria kesiapan (readiness criteria), mulai dari dokumen perencanaan, kesiapan lahan, hingga kajian lingkungan.
“Pengusulan ini dari Pemda melalui Pak Wali Kota. Untuk IJD ini kelengkapannya sangat detail, jadi tidak bisa sembarangan mengusulkan. Dari mulai perencanaan, dokumen lingkungan, hingga kesiapan lahan semuanya harus dipersiapkan betul. Untuk perencanaan sendiri disiapkan oleh kita,” jelasnya.
Mengenai besaran anggaran, Rachman merinci bahwa total estimasi kebutuhan biaya perbaikan untuk ketiga kawasan jalan tersebut berada di angka puluhan miliar rupiah.
“Kemarin itu pengusulannya sekitar Rp24 miliar untuk tiga ruas jalan,” ungkap Rachman.
Berharap Terealisasi di Tahun Anggaran 2026
Meski dokumen dan perencanaan telah diserahkan secara lengkap, pihak Pemkot Cirebon masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat terkait berapa banyak volume pekerjaan atau ruas mana saja yang nantinya disetujui (di-ACC).
Pihaknya berharap seluruh usulan tersebut dapat lolos verifikasi sehingga pengerjaan fisik dapat segera dimulai pada tahun anggaran 2026 ini.
“Untuk yang di-ACC kita masih belum tahu, masih proses asistensi. Mudah-mudahan tiga-tiganya bisa direalisasi. Kalau nanti direalisasi oleh pemerintah pusat, tahun ini juga akan dilaksanakan. Mohon doanya saja dari masyarakat supaya semuanya bisa lancar,” pungkas Rachman.






























Discussion about this post