Portalnusa.id — Dugaan kasus keracunan makanan kembali membayangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Puluhan korban yang terdiri dari balita, murid sekolah, hingga guru di kawasan Kalijaga, Kota Cirebon, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi menu MBG yang dibagikan.
Insiden ini merenggut perhatian publik dan memicu desakan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok serta kontrol kualitas (quality control) penyedia jasa katering yang terlibat.
Kronologi Singkat dan Penanganan Korban
Peristiwa bermula tak lama setelah pendistribusian makanan bergizi selesai dilakukan. Beberapa jam setelah menyantap hidangan tersebut, puluhan siswa dan balita mulai mengeluhkan sakit perut hebat. Sejumlah guru yang turut mengonsumsi menu serupa juga mengalami gejala serupa dan harus mendapatkan perawatan medis mendadak.
Warga dan pihak sekolah bergerak cepat membawa para korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat dan dehidrasi.
“Awalnya anak-anak cuma mengeluh pusing dan mual selang dua jam setelah makan siang. Tapi tak lama kemudian makin banyak yang muntah-muntah, bahkan ada guru yang ikut lemas. Kami langsung evakuasi ke puskesmas,” ujar salah seorang perwakilan pihak sekolah saat ditemui di lokasi penanganan medis, Selasa (20/10).
Desakan Evaluasi Ketat dan Uji Laboratorium
Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan setempat bersama pihak kepolisian langsung menerjunkan tim untuk mengambil sampel makanan. Sampel tersebut kini tengah diuji di laboratorium guna memastikan jenis mikroorganisme atau zat pencemar yang menjadi pemicu utama keracunan.
Masyarakat dan pengamat kebijakan publik menyayangkan lemahnya pengawasan harian pada pengolahan makanan massal ini. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak justru berisiko membahayakan kesehatan jika aspek higienitas diabaikan.
“Program ini niatnya sangat baik, tetapi keamanan pangan (food safety) adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Harus ada sanksi tegas bagi penyedia makanan yang lalai, serta evaluasi standar operasional dapur dari hilir ke hulu agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan mulai terkendali. Mayoritas korban telah mendapatkan perawatan medis memadai, sementara investigasi resmi terkait keterlibatan vendor penyuplai menu MBG masih terus berjalan.
Sekolah yang terdampak keracunan MBG diantaranya, SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga, Sama TK Teratai.
































Discussion about this post