PortalNusa.ID, Jakarta | Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra gelar acara pembekalan terhadap 340 Komunitas Penggerak Literasi di Jakarta, dari tgl 27-30 Agustus 2024.
Tiap komunitas akan mendapatkan Bantuan Pemerintah sebesar Rp. 50 Jt, dengan total anggaran sebesar Rp. 17 M. Dalam laporannya, Putri Amarini selaku Penanggungjawab Kepanitiaan acara Bimtek Pembekalan menyampaikan bahwa dari 1.535 komunitas yang Login pada akun pendaftaran hanya 835 berkirim berkas hingga akhirnya hanya sejumlah 340 Komunitas Penggerak Literasi yang diterima pengajuannya sesuai alokasi anggaran.
“Dari ribuan pendaftar yang login di laman pendaftaran, hanya sekitar 800an komunitas yang berkirim berkas. Hingga akhirnya kami seleksi sesuai alokasi anggaran yang tersedia sebanyak 340 Komunitas Penggerak Literasi”, ujar Putri Amarini saat menyampaikan laporan panitia, di Hotel Sultan Jakarta, 27/08 malam.
Selanjutnya pada acara pembukaan Bimtek Pembekalan Calon Penerima Banpem untuk Komunitas Penggerak Literasi, Hafidz Muskin selaku Plt. Kepala Pusat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra sebagai Pengarah Kepanitiaan menekankan pada peserta bahwa ini adalah APBN yang berarti uang rakyat, maka harus benar-benar dikembalikan pada rakyat.
“Ini adalah uang rakyat. Sebesar 17 M akan Pemerintah gelontorkan kepada 340 Komunitas Penggerak Literasi. Harus benar benar terasa oleh masyarakat dalam hal pemanfaatannya berupa penyelenggaraan kegiatan literasi”, tekan Plt. Kapusbin Bahasa dan Sasta Kemendikbudristek.
Selanjutnya Hafidz Muskin mengenalkan tupoksi dan program yang dimiliki Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra. Selain itu ia meminta peserta mengikuti dengan serius Bimtek atau Pembekalan yang akan berlangsung hingga hari Jumat, 30 Agustus 2024.
Adapun narasumber, yakni: Harsono dan Ferry (Itjen Kemendikbud), Dwi (DJP), Opik dan Heri (PP FTBM), M. Taufik (Cisco Networking Academy), dan Akik Takjudin (PPK Badan Bahasa).





































Discussion about this post