Portalnusa.id — Pascapelantikan jajaran Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, harapan besar muncul dari kalangan pedagang pasar Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon.
APPSI Dorong Kinerja Cepat dan Solutif
Ketua DPD APPSI Kota Cirebon, Rommy Arief Hidajat, memberikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan pentingnya langkah cepat dari jajaran pimpinan yang baru dilantik. Menanggapi arahan Wali Kota Cirebon, Rommy menegaskan bahwa APPSI siap menjadi mitra strategis Perumda Pasar Berintan..
Yang pasti saya mengucapkan selamat kepada direksi dan Dewas yang sudah dilantik. Tadi yang disampaikan oleh Pak Wali, kita harus langsung bekerja, ada evaluasi triwulan. Kita akan support sebagai mitra daripada Perumda APPSI, dan saya mengharap jajaran direksi dan Dewas itu sudah memahamlah apa yang memang harus dikerjakan, mitigasi permasalahan dan solusinya,” ujar Rommy.
Ketika ditanya mengenai pekerjaan rumah (PR) utama yang harus segera diselesaikan, Rommy menyebutkan sejumlah fokus krusial, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga kesejahteraan para pedagang.
Garis besarnya ya banyak, tapi mungkin beliau sudah tahu. Yang pasti kan mengejar PAD, kemudian internal dari Perumda Pasar sendiri mengenai SDM-nya, lalu kolaborasi dengan pedagang pasar sehingga pedagang pasar itu dapat sejahtera. Yang penting juga K3 (Kebersihan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) dan peremajaan pasar,” tambahnya.
Dirut Perumda Pasar: Bangun Kepercayaan dan Tingkatkan Traffic Pengunjung
Menanggapi harapan tersebut, Dirut Perumda Pasar Berintan, Iyan Rahadian Sunardi, menyatakan kesiapannya untuk menjawab tantangan berat yang ada di depan mata melalui berbagai inovasi dan pendekatan langsung di lapangan.
“Tentu seperti yang disampaikan Pak Wali dan dari beliau, tantangan kita besar dan berat sekali, jadi butuh inovasi-inovasi. Tapi yang utama bagi kami beserta direksi dan pengawas yang baru adalah membangun kepercayaan dulu—kepercayaan kepada para pedagang bahwa kita dikelola dengan tata kelola yang baik, kepercayaan masyarakat untuk kembali belanja di pasar rakyat, serta kepercayaan pemerintah bahwa kita harus menjadi mesin ekonomi,” ungkap Iyan.
Iyan menegaskan bahwa jajarannya tidak akan sekadar menerima laporan formal di atas meja, melainkan akan langsung melakukan peninjauan lapangan (blusukan) pada minggu pertama masa kerja.
“Di minggu-minggu awal kita langsung turun lihat ke lapangan, melihat fakta-fakta dari okupansi kios, jalur retribusi, kebersihan, hingga keamanan. Dari situ kita godok bersama Dewan Pengawas langkah-langkah yang harus dilakukan. Harapannya tidak dari laporan di atas meja, kita turun semua belanja masalah dalam minggu ini,” tegasnya.
Selain perbaikan tata kelola, Iyan menyoroti pentingnya menciptakan daya tarik baru agar pasar rakyat mampu bersaing di era modern.
“Inti dari semuanya adalah traffic pengunjung. Sebelum bicara PAD, traffic ke pasar itu harus ditingkatkan. Caranya dengan inovasi. Sekarang orang ke pasar butuh experience—bukan cuma beli sayur saja, tapi ada yang dituju. Itu yang nanti akan kita buat, termasuk menggaet sektor pariwisata dan lainnya,” pungkas Iyan.































Discussion about this post