Bandung Barat – Gisma Mekarmukti IKIP Siliwangi menunjukkan komitmennya dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif melalui penyelenggaraan Program SADAYA bersama Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.
Program ini lahir dari kondisi nyata yang masih dihadapi penyandang disabilitas di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil pendataan di Desa Mekarmukti, tercatat sekitar 120 anak dan orang dewasa penyandang disabilitas dengan berbagai ragam disabilitas, mulai dari disabilitas fisik, intelektual, sensorik, cerebral palsy, hidrosefalus, hingga disabilitas ganda.
Ketua Gisma Mekarmukti IKIP Siliwangi, Akmal Ryansah, mengatakan Program SADAYA merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang inklusif.
“Program SADAYA kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama. Kami ingin mengajak masyarakat Cihampelas untuk membangun budaya yang inklusif, di mana setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial,” ujar Akmal.

Ia menegaskan bahwa isu disabilitas tidak boleh lagi dipandang hanya dari sisi belas kasihan. Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan warga negara yang memiliki hak, kesempatan, dan martabat yang sama dengan masyarakat lainnya.
“Ini bukan tentang rasa iba. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap sesama manusia. Mereka berhak memperoleh akses pendidikan, ruang publik yang ramah, kesempatan berkarya, serta diperlakukan setara tanpa diskriminasi. Inklusivitas adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Program SADAYA akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, inspiratif, dan interaktif. Salah satu agenda utama adalah pertunjukan bakat dari anak-anak SLB yang akan menampilkan kemampuan mereka di bidang seni dan kreativitas sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi penyandang disabilitas.
Selain itu, panitia juga akan menggelar kegiatan berbagi asupan gizi kepada para peserta berupa susu, telur, dan roti. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan antara mahasiswa, guru, siswa, serta masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Gisma Mekarmukti IKIP Siliwangi berharap Program SADAYA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat budaya inklusif di Kecamatan Cihampelas. Dengan demikian, setiap warga, tanpa terkecuali, dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
































Discussion about this post