Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Dinas Perikanan dan Peternakan KBB memperkuat komitmen kolaborasi dalam pengembangan sektor perikanan dan peternakan melalui kegiatan audiensi yang digelar di Aula Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Rabu (25/2/2026).
Audiensi yang berlangsung sejak pukul 10.31 hingga 11.41 WIB ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program, mulai dari percepatan perizinan usaha, penguatan kelembagaan peternak, hingga rencana pembangunan pasar hewan dan pengembangan peternakan sapi perah.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, M.Si, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci utama untuk mempercepat pertumbuhan sektor perikanan dan peternakan di Bandung Barat.
Dinas sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan KADIN KBB khususnya dalam mempermudah akses perizinan melalui OSS serta penguatan kelembagaan pelaku usaha. Kami ingin memastikan pelaku perikanan dan peternakan bisa tumbuh dengan sistem yang lebih tertata, terpantau, dan berkelanjutan,” ujar Wiwin.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan data sektoral yang terintegrasi melalui sistem teknologi informasi sebagai basis perencanaan kebijakan. Menurutnya, digitalisasi data akan memperkuat pengambilan keputusan dan membuka peluang investasi yang lebih terarah.
Sementara itu, H. Ir. Agus Muhiban, M.M. Wakil Ketua Bidang Usaha Peternakan, Perikanan, dan Pertanian, Bersama. Surya Sugianto S.E., M.M. Inov dan Lutfi Faudzhil Adhiem, S.Pd. sebagai komtap pertanian fan ketahananan pangan KADIN KBB, menyampaikan bahwa dunia usaha siap menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam mengakselerasi berbagai program strategis.
“KADIN KBB mendorong adanya sentralisasi dan penguatan kelembagaan, terutama bagi peternak ayam petelur yang saat ini belum memiliki koperasi skala besar. Dengan wadah yang kuat, koordinasi, pembinaan, dan pemantauan dari dinas akan jauh lebih efektif,” ungkap Agus.
Ia juga mengungkapkan bahwa KADIN KBB mengusulkan pengembangan kawasan peternakan sapi perah di wilayah Cikalong dengan luas lahan sekitar 32 hektare. Lahan tersebut dinilai memenuhi kriteria teknis, termasuk berada di kawasan dengan ketinggian ideal minimal 1.000 meter di atas permukaan laut untuk mendukung produktivitas sapi perah.
Selain itu, dalam audiensi tersebut turut dibahas rencana pembangunan pasar hewan yang telah masuk dalam perencanaan jangka menengah dua hingga tiga tahun ke depan. Saat ini, lahan seluas 6.000 meter persegi telah tersedia dan siap dimanfaatkan untuk mendukung realisasi program tersebut.
Tidak hanya pada aspek produksi, kedua pihak juga sepakat mendorong regulasi penyerapan produk, khususnya agar Industri Pengolahan Susu memprioritaskan penyerapan susu dari produsen dalam negeri. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.
Sebagai langkah penguatan edukasi publik, Dinas Perikanan dan Peternakan KBB juga merencanakan sinergi dengan bidang seni dan budaya dalam produksi media dan film edukasi bagi pelaku usaha perikanan dan peternakan.
Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan survei lapangan bersama terhadap lokasi-lokasi potensial pengembangan usaha, serta menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar formal kerja sama antara KADIN KBB dan Dinas Perikanan dan Peternakan KBB.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah dan KADIN KBB berharap sektor perikanan dan peternakan di Bandung Barat mampu tumbuh lebih terstruktur, terorganisir, terintegrasi, berdaya saing, dan menjadi penopang ekonomi daerah yang berkelanjutan untuk masa kini dan masa yang akan datang.




































Discussion about this post