Buah Nalar Tumbuh dari Akar Kontradiktif (Bagian 5)
Oleh Doddi Ahmad Fauji
BERPIKIR dan memikirkan zat Tuhan yang pertama dan utama ialah ‘wujud’ atau ‘ada’. Karena keberadaan ‘Sang Ada’ ini memiliki kuasa dalam mencipta (kholik), maka yang semula ‘tidak ada’ menjadi ‘ada’. Zat dan sifat yang semula ‘tidak ada’ kemudian menjadi ‘ada’ itulah yang dimiliki oleh makhluk, tak terkecuali manusia. Melalui perkara ‘ada’ dan ‘tidak ada’ ini, dapat diajukan pernyataan radikal bahwa lawan atau kebalikan Allah adalah ‘tidak atau bukan Allah’. Yang tidak atau bukan Allah itulah yang disebut makhluk.
Perkara ‘ada’ dan ‘tidak ada’ ini dapat mendasari teknik tata dan cara bernalar, atau berlogika. Dan, Berangkat dari ‘nalar’ tersebut, dapat dikembangkan cara bernalar untuk merumuskan ilmu filsafat sendiri, yang berbeda dari titik berangkat filsafat barat dan timur.
Lawan atau kebalikan dari ‘ada’ ialah ‘tidak ada’. Tetapi ketika diajukan pertanyaan lawan dari ‘warna putih’ adalah warna apa?
Banyak orang yang spontan menjawab warna hitam. Jawaban spontan itu lahir dari konstruksi sosial yang terdoktrin oleh dogma, yang kerap menilai soal secara ‘hitam’ lawan ‘putih’, semisal ada ilmu hitam lawan ilmu putih. Bahkan dulu, ada papan tulis berwarna hitam, dan kapur tulis putih. Televisi dan foto jaman dulu juga berwarna hitam dan putih. Seakan hitam telah otomatis menjadi lawan atau kebalikan dari warna putih. Persoalan dogma ini, harus dipertanyakan dan dibongkar ulang, guna melahirkan kewarasan dalam bernalar.
Lawan atau kebalikan putih adalah ‘tidak putih’, sebagaimana lawan atau kebalikan ‘ada’ adalah ‘tidak ada’. Apa yang tidak putih? Ya bisa hitam, hijau, kuning, merah, dan semua warna yang tidak putih adalah bisa menjadi lawan atau kebalikan dari putih.
Ada di dalam hidup ini perkara yang tiada lagi pilihan, kecuali ‘itu’. Misalnya pertanyaan lawan ‘ada’ adalah ‘tidak ada’, jika diajukan pertanyaan berikutnya, apa yang ‘tidak ada’? tiada pilihan kecuali ‘ada’. Tapi ada pilihan beragam ketika ditanya lawan dari putih ialah tidak putih, dan apa yang tidak putih adalah seluruh warna selain putih. *
Bersambung





































Discussion about this post