Portalnusa.id — Kota Cirebon kembali mengukir prestasi di bidang literasi. Perpustakaan kelurahan dari Kota Cirebon dipastikan berhasil menembus jajaran 8 besar dalam ajang Lomba Perpustakaan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pencapaian ini mendapat apresiasi langsung dari Bunda Literasi Kota Cirebon, Noviyanti Edo. Ia mengaku optimistis Kota Cirebon mampu keluar sebagai juara berkat kerja sama seluruh pihak dan perubahan nyata dalam budaya membaca masyarakat.
“Mudah-mudahan di tingkat 8 besar ini kita bisa menjadi juara, karena saya optimistis. Literasi di Kota Cirebon sudah banyak perubahan, luar biasa ini berkat bantuan semua pihak yang gercep (gerak cepat) terus bergerilya, hasilnya kita masuk 8 besar,” ujar Noviyanti Edo, Selasa (4/8/2026) saat menerima Tim Visitor Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pendekatan Ramah Anak dan Menyenangkan
Saat ditanya mengenai metode efektif mengenalkan literasi pada anak-anak di tengah maraknya penggunaan gawai (gadget), Noviyanti menekankan pentingnya pendekatan yang tidak mendikte, melainkan melalui aktivitas bermain dan kegiatan interaktif di perpustakaan maupun lingkungan sekitar.
“Kita tidak mendikte, tetapi mengajak bermain sambil membaca. Mengenal huruf dengan cara-cara yang menyenangkan, seperti mengenal binatang, berkebun, menari, hingga melihat kolam ikan. Jadi dibuat menyenangkan agar anak tidak kecanduan gadget,” terangnya.

Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Noviyanti mengamini bahwa konsep literasi berbasis aktivitas ini turut mendukung terwujudnya Kelurahan Ramah Anak menuju Kota Cirebon sebagai Kota Ramah Anak.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Terkait tahapan verifikasi lapangan (re-checking) dari tim penilai provinsi yang sedang berlangsung, Noviyanti menegaskan bahwa partisipasi dalam lomba ini bukan semata-mata tentang meraih piala, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
“Harapannya kita tidak hanya mengejar juaranya saja. Dengan adanya re-checking ini, kita mengharapkan ada masukan-masukan terkait apa kekurangan kita dan apa yang sudah dilakukan selama ini. Masukan itu akan menjadi semangat baru dan memberikan manfaat buat warga Kota Cirebon,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon Mastara menyampaikan, perpustakaan Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon, berhasil menembus tahap seleksi administrasi dan masuk dalam jajaran 8 besar Lomba Perpustakaan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Barat untuk mengapresiasi serta mengoptimalkan peran perpustakaan di tingkat kelurahan.
Mastara, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang diikuti oleh perwakilan dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Saat ini, tim penilai tengah melakukan proses verifikasi lapangan atau rechecking di lokasi.

“Alhamdulillah Kota Cirebon lulus seleksi administrasi dan masuk 8 besar dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Sekarang sedang dilakukan rechecking untuk melihat kesesuaian antara data yang telah disampaikan dengan fakta di lapangan melalui verifikasi lapangan,” ujar Mastara.
Kelurahan Sunyaragi resmi ditunjuk untuk mewakili Kota Cirebon dalam ajang Lomba Perpustakaan Kelurahan/Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat. Penunjukan ini bukan hasil penunjukan langsung, melainkan melalui serangkaian proses seleksi dan kompetisi di tingkat daerah.
Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa proses pemilihan berjalan secara transparan melalui seleksi berjenjang yang ketat.
Keikutsertaan Perpustakaan Kelurahan Sunyaragi mewakili Kota Cirebon dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Barat ini ada prosesnya. Yang sudah kami lakukan yaitu melalui Lomba Perpustakaan Kelurahan Tingkat Kota Cirebon, dan pemenang Juara 1 adalah Kelurahan Sunyaragi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mastara menekankan bahwa keberadaan perpustakaan saat ini telah mengalami pergeseran fungsi ke arah yang lebih inklusif dan multi-manfaat. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku atau tempat berkumpul belaka..
“Fungsi perpustakaan bukan hanya sekadar tempat berkumpul atau menyimpan buku, tetapi menjadi bagian dari ruang publik untuk pemberdayaan masyarakat, ruang inovasi, ruang diskusi, dan fungsi-fungsi lainnya,” jelasnya.
Sementara itu Lurah Sunyaragi Dani Ilham Ramadhan menyampaikan bahwa tahapan re-checking atau verifikasi lapangan oleh tim juri mencakup penilaian terhadap delapan dimensi perpustakaan. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memaparkan sejumlah pogram inovasi unggulan yang menjadi nilai tambah bagi Perpustakaan Kelurahan Sunyaragi.
“Sebetulnya kita ini mewakili Kota Cirebon untuk tingkat Provinsi Jawa Barat. Alhamdulillah, setelah diseleksi kita masuk 8 besar, akhirnya kita divisitasi oleh tim juri dari tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Dani.

Deretan Inovasi Unggulan
Dalam pemaparannya, Dani menjelaskan beberapa program unggulan yang terus digulirkan untuk memajukan literasi masyarakat di wilayahnya.
Ngaji Budaya: Program eksplorasi sejarah lokal yang menggali asal-usul nama RW, tempat-tempat bersejarah, sungai, hingga sejarah jalan di wilayah Sunyaragi.
Baca di Mana Saja: Layanan literasi digital berbasis QR code yang dipasang di berbagai fasilitas umum. Masyarakat cukup memindai kode tersebut untuk memilih dan membaca buku secara langsung.
PAUD Dolaning Kelurahan: Program kerja sama dengan lembaga PAUD yang mencakup kegiatan storytelling di aula kelurahan, edukasi lingkungan (menanam, merawat, dan memanen), serta pengenalan perpustakaan kepada anak-anak usia dini.
Gerakan Membaca 15 Menit untuk ASN: Pembiasaan membaca bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kelurahan guna meningkatkan budaya literasi pegawai.
Pelatihan Tari: Kegiatan rutin setiap hari Sabtu yang bertempat di Aula Kelurahan Sunyaragi, yang saat ini telah diikuti lebih dari 100 anak
“Untuk inovasi yang kita unggulkan, pertama ada ‘Ngaji Budaya’ di mana kita menggali asal-usul nama RW, tempat bersejarah, sungai, dan jalan. Kemudian ada ‘Baca di Mana Saja’ melalui literasi QR Code yang dipasang di fasilitas umum… Ada juga pelatihan tari setiap hari Sabtu yang alhamdulillah pesertanya sudah mencapai lebih dari 100 anak,” paparnya.
Optimis Raih Hasil Terbaik
Melihat antusiasme dan respons positif dari tim juri selama proses pemaparan dan visitasi, Dani mengaku optimis Kelurahan Sunyaragi mampu membawa pulang gelar juara.
“Setelah kita tadi paparan dan melihat dari respon juri, alhamdulillah insya Allah saya optimis kita mendapatkan juara. Yang penting kita sudah melakukan yang terbaik untuk masyarakat, dan kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Kelurahan Sunyaragi,” tutup Dani.






























Discussion about this post