Portalnusa.id — Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Iing Daiman, melakukan kunjungan kerja ke kantor Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon pada Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi sekaligus diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) dan brainstorming antara jajaran Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.
Plt. Ketua Dewas Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Iing Daiman, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum awal untuk menyelaraskan persepsi dan komitmen perbaikan kinerja BUMD tersebut.
“Hari ini sebenarnya bukan sekadar monitoring ya, kami melakukan brainstorming. Sejak saya ditugaskan sebagai Plt Dewas, kami bersama jajaran direksi belum sempat ngobrol dan berdiskusi intensif untuk menyamakan pendapat,” ujar Iing yang juga Sekda Kota Cirebon.
Dalam diskusi tersebut, Iing mengapresiasi jajaran direksi yang menunjukkan komitmen tinggi untuk mengevaluasi kinerja serta meningkatkan mutu pelayanan publik.
“Kami melihat jajaran direksi punya komitmen kuat untuk mengevaluasi kinerja. Kalau memang ada hal yang dulu perlu diperbaiki dan dievaluasi, kita sepakat untuk terus mengevaluasinya. Yang jelas, pelayanan terhadap masyarakat dan pelanggan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Mendorong Komunikasi Efektif dan Solutif
Iing menambahkan, hubungan komunikasi antara jajaran Direksi dan Dewan Pengawas perlu dibangun secara lebih fleksibel dan solutif demi kemajuan perusahaan tanpa mengesampingkan tata kelola yang baik.
“Komunikasi antara direksi dengan Dewas saya skemakan tidak lagi dalam suasana yang terlalu formal saja. Selama itu untuk kebaikan dan perbaikan BUMD ini, akan kita tempuh dengan semangat solutif. Apapun amanat dari Pak Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), kami komitmen untuk perbaikan perusahaan ini. Yang sudah berjalan bagus kita lanjutkan, yang harus dievaluasi kita perbaiki,” tambahnya.
Fokus Penanganan Layanan dan Piutang Pelanggan
Terkait dengan evaluasi pelayanan, Iing menyoroti paparan kinerja operasional khususnya mengenai durasi dan ketersediaan aliran air bersih kepada masyarakat.
“Berdasarkan paparan terkait layanan ke pelanggan, ada tren perbaikan. Namun, masih ada sekitar 14 koma sekian persen layanan yang alirannya hanya 0 sampai 5 jam berdasarkan laporan. Tapi kami tidak hanya berpatokan pada laporan tertulis saja, nanti kami juga akan cek langsung di lapangan,” jelas Iing.
Selain masalah pengaliran air, Dewan Pengawas juga memberikan arahan khusus terkait penanganan piutang serta penunggakan pembayaran oleh pelanggan.
“Terkait pelanggan yang menunggak, kami sarankan pendekatan secara persuasif terlebih dahulu. Pelanggan diberitahu secara baik-baik. Nanti tahapan atau step-by-step sesuai aturan, mulai dari surat peringatan atau teguran pertama, kedua, hingga eksekusi tindak lanjutnya seperti apa,” paparnya.
Dorong Pelayanan Satu Atap
Guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan masyarakat, Dewan Pengawas mendorong penataan tata kelola pelayanan publik di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata agar lebih terintegrasi.
“Termasuk juga perbaikan tata kelola. Kami mendorong agar ketika ada pelanggan yang ingin melakukan pengurusan atau penyelesaian administrasi, bisa dilakukan dalam satu atap—baik untuk pembayaran, penyelesaian tunggakan, maupun urusan lainnya sehingga bisa selesai saat itu juga,” pungkasnya.
































Discussion about this post