Portalnusa.id – Imbas derasnya aliran Sungai Cikanci akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menyebabkan jembatan penghubung Desa Munjul dengan Desa Sidamulya ambruk total pada Kamis (12/2/2026).
Kondisi ini membuat akses mobilitas masyarakat serta perekonomian antara kedua desa terputus total, hingga akhirnya Koramil 0620/11/Astanajapura bersama Pemerintah Desa dan warga setempat melaksanakan kerja bakti gotong royong untuk membangun jembatan darurat pada Minggu (15/2/2026).
Komandan Koramil 0620/11/Astanajapura, Kapten CKE Agung Prayogo, mengatakan,
derasnya aliran Sungai Cikanci yang menjadi penyebab kerusakan jembatan tidak hanya terjadi secara tiba-tiba. Salah satu faktor karena ntensitas hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Kecamatan Astanajapura selama beberapa hari sebelum kejadian telah membuat debit air sungai meningkat drastis, bahkan menyebabkan banjir di beberapa desa sekitar. Arus air yang luar biasa deras akhirnya menghantam struktur jembatan yang telah berdiri selama hampir 40 tahun, hingga akhirnya ambruk dan menyumbat sebagian aliran sungai.
Menurutnya, banjir tersebut membawa arus yang sangat deras, mengakibatkan jembatan yang menghubungkan desa Munjul dan desa Sidamulya ambruk. Jembatan yang sebelumnya ada sebenarnya sudah permanen, tetapi pembangunannya sudah cukup lama, hampir 40 tahun yang lalu.
“Kami bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun jembatan darurat agar akses antara kedua desa tetap terjaga. Pemerintah desa juga telah mengajukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membangun jembatan permanen yang lebih kokoh di masa depan,” ujar Kapten CKE Agung Prayogo, saat memimpin kerja bakti perbaikan jembatan darurat.
Menurutnya, jembatan darurat yang dibangun menggunakan material lokal seperti kayu dan bambu yang kuat, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar mobilitas masyarakat sebelum jembatan permanen selesai dibangun.
“Harapan kami adalah agar pihak BBWS dan instansi terkait dapat segera membantu dalam pembangunan jembatan permanen tersebut, sehingga akses antara desa Munjul dan Sidamulya dapat segera terhubung kembali dengan aman,” tambahnya.
Seketaris BPD Desa Munjul, Rokhmat, menyampaikan bahwa kerusakan jembatan bukan hanya masalah infrastruktur semata, tetapi telah memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat kedua desa.
“Jembatan penghubung antara dua desa ini kini ambruk, dan harapan kami pun ikut runtuh. Jembatan ini bukan sekadar struktur; ia adalah urat nadi yang menghubungkan mobilitas masyarakat dan perekonomian,” ucapnya dengan nada khawatir.
Menurut Rokhmat, sebelum jembatan ambruk, warga dapat menyeberang hanya dalam waktu beberapa menit. Namun setelah akses terputus, mereka harus mengambil jalan alternatif yang jauh lebih panjang.
“Untuk menuju Desa Sidamulya, jika harus memutar, waktu dan jaraknya bisa dua kali lipat lebih lama! Selain jembatan yang ambruk, kondisi tebing di sekitarnya pun semakin terkikis akibat arus sungai yang deras,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dampak tidak hanya dirasakan dalam hal mobilitas, tetapi juga pada sektor ekonomi lokal. Banyak pedagang yang kesulitan mengangkut barang dagangan, petani yang tidak dapat menjangkau lahan pertanian mereka di sisi lain sungai, dan siswa yang harus menghadapi kesulitan untuk mencapai sekolah.
“kami tidak memiliki data pasti jumlah kepala keluarga yang terdampak, namun jelas banyak masyarakat yang terpengaruh,” tambahnya.
Selain mendesak pembangunan jembatan permanen, masyarakat juga berharap agar pihak terkait tidak hanya fokus pada struktur jembatan semata.
“Kami berharap tidak hanya jembatan yang dibangun kembali, tetapi juga tebing-tebing di sampingnya perlu diturap untuk mencegah bahaya lebih lanjut. Jika tebing terus terkikis, bisa jadi area sekitarnya akan semakin rawan longsor atau kerusakan lainnya,” kata Rokhmat.
Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada pihak Koramil yang cepat tanggap dalam memberikan bantuan.
“Mereka datang malam-malam setelah kejadian, bersama anggotanya, dan kami sangat menghargai dukungan tersebut. Semua warga, baik dari Desa Munjul maupun Sidamulya, bahu-membahu dalam situasi ini. Kami akan terus berjuang untuk mendapatkan perhatian yang layak bagi masyarakat kami,” pungkasnya.































Discussion about this post