Portalnusa.id – Di tengah proses administrasi perbankan yang sedang berlangsung, sejumlah nasabah setia Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kota Cirebon menyatakan tetap tenang dan percaya pada sistem penjaminan yang ada.
Salah satunya adalah Ibu Evi Avianti, seorang nasabah yang mengaku telah menabung di bank tersebut selama lebih dari 35 tahun.
Dalam sebuah kesempatan, Evi berbagi pengalamannya menjadi nasabah sejak tahun 1988. Meski saat ini sedang dalam proses transisi, ia merasa tidak khawatir karena adanya jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Saya sudah 35 tahun menabung di sini. Anak saya lahir tahun ’88, sekarang usianya sudah 37 tahun, jadi ya sekitar segitu lamanya saya jadi nasabah,” ujar Ibu Evi dengan nada santai saat mendatangi kantor PD BPR Cirebon, Selasa (10/2/2026)
Proses Pencairan Bertahap Melalui Bank Umum
Berdasarkan informasi yang ia terima dari pihak LPS, Evi menjelaskan bahwa dana simpanan nasabah dipastikan aman dan akan dicairkan secara bertahap. Informasi mengenai jadwal dan nama-nama nasabah yang cair simpanannya dapat diakses melalui situs resmi LPS.
Untuk memudahkan proses, pencairan dana akan dilakukan melalui bank pemerintah yang telah ditunjuk sebagai bank pembayar.
“Katanya aman, pencairannya bertahap. Nanti bisa cek di website, nama kita ada di situ. Cairnya lewat bank yang ditunjuk, seperti Mandiri, BRI, atau BNI. Kalau nama saya tertulis di Mandiri, ya saya ke Mandiri,” jelasnya.
Evi menjadwalkan akan kembali mengecek kepastian pencairan dananya pada hari Rabu pekan depan sesuai arahan yang diterima.
Kepercayaan pada Pemerintah Kota
Ketenangan Evi bukan tanpa alasan. Ia mengaku sudah beberapa kali melewati masa-masa sulit perbankan, termasuk kasus-kasus hukum yang pernah menimpa oknum di bank tersebut sebelumnya, namun simpanannya selalu tetap aman.
“Dulu pernah ada kasus korupsi, tapi dana saya tetap cair. Sekarang pun saya yakin tetap aman karena ada Pemerintah Kota yang bertanggung jawab. Ini bukan BPR abal-abal,” tegasnya.
Tabungan untuk Masa Depan Cucu
Bagi Evi, menabung di BPR sudah menjadi tradisi keluarga. Saat ini, ia fokus mengelola tabungan dalam program “Tabungan Anak Sekolah” yang diperuntukkan bagi masa depan pendidikan cucu-cucunya.
“Ini buat anak sekolah. Cucu saya ada yang sudah SMP, ada yang masih TK. Daripada uangnya habis buat jajan, lebih baik ditabung buat masa depan mereka,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses verifikasi data nasabah oleh LPS masih terus berjalan untuk memastikan seluruh hak simpanan masyarakat dapat dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.































Discussion about this post