Bandung — Dari sekolah dasar yang berdiri di lereng perbukitan kampung Leuweung Datar di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, semangat literasi dan budaya positif bergema hingga ke tingkat nasional. Sosok di balik gerakan itu adalah H. Riyan Rosal Yosma Oktapyanto, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN Citalaksana sekaligus pegiat literasi yang kembali menjadi Penerima Penghargaan Parasamya Suratma Nugraha 2025 yang digelar 26/10 di Hotel Travello Kota Bandung.
Pria kelahiran Majalengka, ini telah empat kali berturut-turut mengikuti ajang KPPJB Award, dan dua kali masuk nominasi untuk kategori Parasamya Suratma Nugraha. Namun, lebih dari sekadar penghargaan, Riyan menegaskan bahwa perjuangannya adalah menghadirkan literasi yang hidup dan bermakna bagi murid-muridnya.
“Bagi kami di SDN Citalaksana, literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tapi budaya yang menumbuhkan karakter,” ujarnya.
Gerakan Literasi yang Unik: 7 N Atikan Citalaksana
Di bawah kepemimpinannya, lahirlah program “7 N Atikan Citalaksana”, sebuah inovasi pembiasaan literasi berbasis tema harian. Setiap hari diisi dengan kegiatan bermakna, mulai dari Senin Ningkatkeun Nasionalisme, Selasa Ningkatkeun Literasi jeung Numerasi, Rebo Ngajagi Diri jeung Lingkungan, Kemis Nyunda, Jumat Ningkatkeun Iman jeung Taqwa, Sabtu Ngembangkeun bakat, hingga Ahad Ngumpul jeung Kulawarga.
Anak-anak diajak membaca buku nonpelajaran setiap pagi, mengikuti Readathon di halaman sekolah, hingga belajar menjaga budaya Sunda dengan berpakaian adat dan berbahasa Sunda setiap Kamis. Sementara Jumat menjadi hari pembiasaan ibadah, doa bersama, dan salawat untuk memperkuat literasi religi.
“Kami ingin sekolah menjadi tempat anak belajar tentang kehidupan, bukan hanya pelajaran. Setiap hari harus punya makna,” tutur Riyan.
Pegiat Literasi dan Narasumber Nasional
Selain di sekolah, Riyan aktif menjadi narasumber di berbagai pelatihan guru dan kepala sekolah, baik tingkat daerah maupun nasional. Ia pernah menjadi Guru Inti Program PKP Kemdikbud, Trainer STEM di SEAMEO Qitep in Science, hingga Fasilitator Guru Penggerak angkatan 7 dan 11.
Kiprahnya juga meluas ke media. Ia beberapa kali diundang berbicara di 102,6 MQ FM Bandung dan Al Muhsinin FM, berbagi gagasan tentang pentingnya literasi dan pembelajaran bermakna. Kini, ia juga menjabat sebagai Ketua PGRI Smart Learning & Character Centre (PSLCC) Kabupaten Bandung.
Dari Citalaksana untuk Indonesia
Riyan yang aktif di berbagai platform media sosial dengan nama Riyan RYO Official terus menyebarkan semangat literasi digital. Melalui kanal YouTube-nya, ia membagikan praktik baik seperti Readathon, GLS 15 Menit Membaca Tiap Hari, dan pelatihan guru dengan pendekatan Deep Learning.
Dengan tekad kuat, ia terus mengembangkan sekolahnya menjadi laboratorium budaya positif. “Sekolah di atas gunung pun bisa bersinar, asal mau berinovasi dan membangun literasi dengan hati,” tutupnya penuh keyakinan.








































Discussion about this post