PortalNusa.id, Sukabumi – Delapan sekolah di Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Kamis, 06/03. Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara dan dilakukan secara daring.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, mengatakan bahwa data sementara menunjukkan kerusakan terjadi pada beberapa fasilitas penting di sekolah-sekolah terdampak.
“Kami telah melakukan pendataan awal dan menemukan bahwa delapan sekolah mengalami kerusakan cukup parah. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal,” ujarnya, Rabu (12/3/2025).
Siswa Terpaksa Belajar Mandiri
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN Bojong Tugu. Kepala Sekolah SDN Bojong Tugu, Iis Aisyah, mengungkapkan bahwa tidak hanya bangunan yang rusak, tetapi juga sarana pembelajaran seperti buku dan perangkat elektronik.
“Banyak buku pelajaran yang basah dan tidak bisa digunakan lagi. Beberapa aset sekolah seperti printer juga mengalami kerusakan. Untuk sementara, siswa belajar mandiri di rumah dengan pendampingan orang tua,” kata Iis.
Menurutnya, kondisi ini sangat menyulitkan siswa, terutama yang tidak memiliki fasilitas belajar daring.
“Tidak semua siswa memiliki perangkat seperti ponsel atau laptop. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami dalam memastikan mereka tetap bisa belajar dengan baik,” tambahnya.
DPRD Desak Percepatan Perbaikan
Menanggapi kondisi ini, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, meminta Dinas Pendidikan untuk segera mengambil langkah cepat dalam menangani sekolah-sekolah yang rusak.
“Kami minta agar Dinas Pendidikan segera mendata secara detail dan mempercepat proses perbaikan sekolah-sekolah terdampak. Jangan sampai para siswa terlalu lama kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Budi.
Ia juga menambahkan bahwa DPRD siap mengawal anggaran untuk pemulihan fasilitas pendidikan di Sukabumi.
“Kami akan memastikan agar anggaran pemulihan sekolah terdampak bencana ini bisa segera direalisasikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ini menjadi prioritas agar anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman,” jelasnya.
Dinas Pendidikan Siapkan Skema Perbaikan
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan langkah-langkah pemulihan, termasuk memasukkan program perbaikan sekolah terdampak ke dalam RKPD.
“Kami akan mengupayakan perbaikan melalui berbagai skema anggaran, baik dari pemerintah daerah maupun bantuan dari pihak lain. Harapannya, sekolah-sekolah ini bisa segera diperbaiki dan kembali beroperasi normal,” ujar Khusyairin.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat dan pihak swasta untuk ikut berkontribusi dalam pemulihan sekolah yang terdampak.
“Kami sangat terbuka untuk kerja sama dalam bentuk bantuan, baik itu material maupun pendanaan, demi kelancaran pendidikan anak-anak kita,” katanya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, diharapkan proses perbaikan sekolah-sekolah yang rusak dapat berjalan dengan cepat dan efektif, sehingga siswa bisa kembali belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.




































Discussion about this post