Digitalisasi dan teknologi informasi (TI) berkembang sangat pesat dan mudah diakses melalui internet seharusnya mendatangakan banyak manfaat bagi masyarakat. Beberapa aspek yang bisa menjadi peluang, khususnya untuk pemuda, hanya berbekal internet dan akun media sosialnya dapat menjadi sumber pendapatan dengan memasarkan produk barang dan jasanya melalui platform digital maupun kanal-kanal online.
Menjawab hal tersebut, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora melalui Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda, menyelenggarakan Program Youth Edulife Skill (YES) Pelatihan Digital Marketing Bagi Pemuda.
Bertempat di Orchid Ballroom, Hotel Savero Jl Margonda No 230 A, Kemiri Muka, Kec. Beji Kota Depok, Jawa Barat. Senin (25/6). Mengusung tema “Jago Pemasaran Digital, atau Kamu Ditinggal” kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, dengan peserta offline sebanyak 70 orang pemuda dari kampus, organisasi dan komunitas pemuda di wilayah kota Depok dan online sebanyak 1000 orang pemuda dari seluruh Indonesia yang berusia 16-30 tahun.
Faisal Abdullah dalam sambutannya menyampaikan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam industri digital marketing. Dirinya melihat pemuda sering kali memiliki perspektif yang segar dan pemikiran inovatif dan pemuda dapat membawa ide-ide baru dan kreatif ke dalam strategi digital marketing.
“Pemuda tumbuh dengan teknologi dan media sosial, sehingga mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang platform digital dan tren yang sedang berkembang. Di sisi lain, kegiatan ini mendorong menghasilkan enterpreuner dari tenaga tenaga muda yang berfikir, berpengalaman baik dalam aspek ekonomi,kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan,” ungkap Faisal Abdullah.
Sementara itu, Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda Tri Winarno menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini menyiapkan pemuda yang memiliki wawasan, pemahaman, pengetahuan, sikap dan keterampilan di bidang marketing digital. Bagi dia, kegiatan ini akan dibuat berkelanjutan kedepannya sehingga menimbulkan pemuda yang bermanfaat bagi Indonesia di jalur enterpreuner tingkat nasional maupun akademisi sehingga berguna bagi bangsa.
“Kami bertujuan untuk mewujudkan pemuda di bidang Digital Marketing yang berkarakter, berkapasitas, mandiri dan berdaya saing serta meningkatkan jumlah pemuda yang memiliki kemampuan, kompetensi dan kualitas personal dan organisasi di bidang digital marketing,” tambah Tri Winarno.
Nizar Bajri Co Founder Skala Studio yang hadir mengisi kegiatan ini menyampaikan bahwa sekarang ini dunia digital terus berevolusi, dari era media sosial Friendster sampai Instagram atau tik-tok. Hal tersebut menunjukan adanya perubahan dan kemajuan dalam dunia digital, khususnya media sosial. Termasuk didalamnya unsur pemasaran digital, sekarang kita bisa berdagang secara live di aplikasi tiktok atau Instagram, tanpa melalui unggah foto barang atau jasa di platform toko online, sehingga kita bisa langsung menjangkau dan berkomunikasi dengan konsumen.
Sebagai pemuda kita harus juga bisa beradaptasi dengan revolusi dunia digital, hal paling awal yang kita lakukan antara lain membuat akun media sosial terkini, konsisten membuat konten positif di platform tersebut, pelajari keunikan masing-masing platform dan yang utama pelajari ilmu pemasaran digital. (sosial media ads, KOL). Kemudian Nizar memberi tips agar konten media sosial kita viral, minimal harus memiliki unsur menghibur, menyentuh sisi emosional, informatif dan terkini.
Selain Nizar Bajri, narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker Muhammad Ali, Pimred dan editor ukmindonesia.id Dewi Meisari Haryanti, CEO Haus Indonesia Gufron Syarif, Co-Founder Skala Studio & Project Manajer Rekreasi Creative Playground. Farid Subkhan, Chairman Vocasia.id. Hanindia Narendra Rahiesa, ST CO-Founder, CEO PT. Telunjuk Komputasi Indonesia.




































Discussion about this post