Potalnusa — Pekerjaan menjadi petani seringkali jarang diminati oleh generasi muda, bahkan ketika ada pertanyaan mau jadi apa nanti ketika besar, bukan saja anak muda, anak kecil pun sering kali menjawab, Dokter, Polisi, TNI bahkan Pilot menjadi jawabannya.
Hal ini yang menjadi inspirasi Maya Puspa (42), dirinya membuat lahan yang ditanami sayur mayur serta buah-buahan yang tidak hanya menjadi mata pencaharian namun menjadi tempat belajar bertani bagi anak-anak.
Lahan seluas 1,5 hektare yang beralamat di jalan pondok halimun Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi tersebut telah di tanami Maya dengan berbagai jenis tanaman sayur mayur maupun buah-buahan seperti wortel, cabai, strawberry, jeruk dan lain sebagainya.
“Targetnya saya tanami 3 hektare, namun sekarang baru ditanami seluas 1,5 hektare. Ini terus progres penanaman, karena bukan hanya menanam sayur dan buah, tapi untuk bibitnya saya melakukan pembibitan sendiri,” tutur Maya kepada wartawan, Sabtu (10/12/2022).
Menurut Maya, tempat pertaniannya yang dinamakan Maya Wortel ini menjadi fasilitas edukasi orang tua maupun anak-anak agar dunia pertanian diketahui mereka sebagai jenis pekerjaan yang mengasyikan. Bahkan sejauh ini, siapapun yang ingin membeli sayuran atau buah-buahan di tempatnya tersebut, bisa memetik sendiri, membersihkan sendiri dan dibawa pulang.
“Jangan malu jadi petani, dunia pertanian itu mengasyikan. Makanya di tempat saya, dengan mengeluarkan uang Rp 30 – Rp 65 ribu rupiah, pengunjung dari mulai orang tua khususnya anak-anak, mereka bisa belajar menanam, memanen dan hasilnya dibawa pulang serta alat-alatnya pun kita sediakan,” bebernya.
Selain bisa memanen sendiri, Maya menyediakan hasil panen yang sudah dikemas dan didijual langsung kepada masyarakat umum, dirinya mengatakan jika hasil pertanian dirinya mempunyai kualitas tinggi lantaran menggunakan pupuk organik sehingga bisa bertahan lebih lama serta bersaing di pasaran.
“Masyarakat sekitar disini setiap hari membeli kesini, bahkan dulu kita bekerja sama dengan rumah sakit dan pesantren-pesantren, kita yang kirim sayur mayurnya. Dan sekarang saya memulai rumah makannya agar siapa saja yang memanen sayuran juga bisa menikmati langsung disini, jadi edukasi untuk anak-anak itu kita mulai dari pertanian sampai usaha hasil pertanian juga,” tutupnya.( Penulis: Usman Abdul Fakih)




































Discussion about this post