Di tengah situasi iklim dan lingkungan yang kian rusak, manusia yang diberi akal oleh Tuhan mesti mengaktifkan akalnya untuk berpikir perihal bagaimana bisa keluar dari situasi serba sulit seperti itu? Pasalnya hampir seluruh aktivitas ekonomi sehari-hari kita turut andil merusak bumi. Oleh karena itu, sistem ekonomi berkelanjutan yang adil terhadap bumi dan iklim kita merupakan jalan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan ekonomi dan keadilan bagi bumi. Adalah para pebisnis yang mesti memerhatikan juga isu lingkungan yang saban hari makin mengkhawatirkan, dan ia mesti mulai keluar dari jerat bisnis yang tidak ramah lingkungan.
Tak banyak memang, namun sudah ada sebagian pebisnis yang mulai memusatkan perhatiannya terhadap isu lingkungan, sehingga muncul ide bisnis go green. Menurut Business News Daily, bisnis hijau atau bisnis go green adalah usaha yang berorientasi bukan pada keuntungan semata, melainkan mempunyai fokus pada pengurangan dampak lingkungan perusahaan, seperti; pengelolaan limbah, bahan bakar dll.
Bagi konsumen yang telah terdidik dengan isu lingkungan, dan percayalah bahwa sebagian anak muda kita telah sadar iklim, sebab dilansir dari The Conversation mengatakan Generasi muda di Indonesia terbukti lebih peduli isu lingkungan dan memiliki literasi perubahan iklim yang memadai. Selain itu, aktivisme iklim di Indonesia juga terlihat meningkat, meski masih relatif sepi dibanding negara-negara maju. Kajian awal pada 2020 di Indonesia menemukan dari 110 responden Generasi Z yang disurvei, lebih dari 80% punya kesadaran iklim tinggi. Hal itu mejadi peluang bagi para pebisnis untuk mulai berbisnis pada green bisnis.
Berikut ini empat green bisnis yang bisa dilakukan:
1. Botol minum pakai ulang.
Bisnis botol minum pakai ulang, adalah cara lain agar kamu turut andil mengurangi angka sampah yang dihasilkan dari sampah air minum dalam kemasan (AMDK). Sebab berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun. Sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.
2. Bank sampah.
Dilansir dari wikipedia Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.
3. Refill Business.
Mengingat makin tak terkira, dan melimpahnya sampah rumah tangga palstik kita, yang sekalipun solusi seperti memilah sampah dari rumah, dan pendaurulangan terah tersedia. Itu belum efektif menekan angka sampah. Adalah refill bisnis yang bisa menjadi soslusi paling kentara, sebab ia memberikan penawaran tanpa sampah/zero waste.
Refill Business atau bisnis isi ulang, adalah sebuah model usaha yang menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang dapat diisi kembali sebagai terobosan baru untuk mengurangi penggunaan plastik.
4. Thrift Shop
Berdasarkan Data dari United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan bahwa industri fashion bertanggung jawab atas 10% emisi karbon global tahunan dan diprediksi emisi tersebut akan melonjak lebih dari 50% pada tahun 2030. Green bisnis thrift shop inilah yang bisa menjadi solusi mengatasi limbah pakaian dan turut memporomosikan suistainable living yang berdampak positif bagi lingkungan. Trifshot sendiri adalah toko yang menjual barang bekas, wabil khusus pakaian.



































Discussion about this post