Oleh Sri Endang | Pendidik SMAN 24 Bandung
(Laporan Perjalanan Wisata)
Sebagai bangsa yang mengedepankan peninggalan leluhur yang patut kita banggakan, sudah selayaknya kita mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada umatnya, hingga menyadarkan diri kita untuk selalu menikmati dan menjaga semesta. Salah satu wujud syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan, kami guru-guru SMAN 24 Bandung, setelah selesai menunaikan tugas pembagian raport, bergegas jalan-jalan ke kota Garut, guna melapas penat dengan huruf dan angka, dengan menghirup kesegaran baru atau refreshing, juga memulihkan daya kreatif atau rekreasi. Wisata memang identik dengan refreshing dan rekreasi.

Garut merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Jawa Barat. Dengan luas 3.065 km², kota Garut kini memiliki banyak destinasi wisata yang wajib kita kunjungi. Dengan suasana alam nya yang masih asri, Garut menyuguhkan wisata yang membuat kita fresh kembali setelah kita sibuk dengan kegiatan – kegiatan di sekolah.
Selain dengan wisata alamnya yang asri, kota Garut pun mempunyai kerajinan khas kota Garut yaitu kerajinan kulit asli yang sangat terkenal. Dan sepertinya belum lengkap bila berwisata ke kota Garut tanpa membeli oleh – oleh kuliner khas Garut yaitu dodol Garut.
Tujuan diadakannya wisata ke kota Garut yaitu selain melepas penat juga dapat mengenal lebih jauh budaya Garut dan berharap bisa memperkenalkan budaya kota Garut berserta tempat wisata nya ke seluruh Indonesia bahkan dunia.
Perjalanan wisata ke kota Garut dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juni 2022. Kegiatan perjalanan wisata Goes to Garut ini di ikuti oleh guru–guru SMA Negeri 24 Bandung sebanyak 15 orang yang tergabung dalam “ PARLIN” ( Paranti Ulin ).
Rombongan guru SMA Negeri 24 Bandung yang tergabung dalam Grup PARLIN mengadakan perjalanan wisata dengan tema “Goes to Garut”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 dengan menggunakan 1 unit mini bus pariwisata.

Rombongan berkumpul di SMA Negeri 24 Bandung pada pkl 06.30, dan berangkat menuju kota Garut pada pkl 07.00 dengan destinasi wisata yang pertama yaitu Antapura De Djati. Perjalanan agak melambat di daerah Cileunyi sampai dengan Cicalengka karena pada jam tersebut lalu lintas padat oleh pengendara yang akan berangkat kerja.
Perjalanan ke tempat wisata Antapura De Djati ditempuh dengan waktu lebih kurang 2 jam. Rombongan tiba di Antapura De Djati sekitar pkl 09.00.
Antapura De Djati yang berlokasi di Jalan Cibiuk Kaler, Kec. Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini baru saja di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Garut, Bapak Helmi Budiman pada tanggal 6 Februari 2022. Walaupun terbilang tempat wisata yang baru namun Antapura De Djati ini sudah ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun wisatawan dari luar kota.
Tidak heran karena Antapura De Djati menyuguhkan wisata alam dengan latar pesawahan hijau yang memanjakan mata seperti alam khas Ubud di Bali. Selain suasana pesawahan yang hijau, Antapura De Djati ini juga di lengkapi dengan berbagai macam spot foto instagramable, seperti balon udara, kerucut gantung, sepeda gantung, dan ayunan.
Setelah lelah berfoto dan bermain di berbagai macam wahana tentunya untuk tempat beristirahat dan kuliner, Antapura De Djati ini tersedia restoran khas Sunda yaitu Cibiuk Resto dengan berbagai macam makanan khas Sunda nya.
Untuk harga tiket masuknya Rp. 25.000 Weekday dan Rp. 35.000 Weekend. Untuk harga tiket setiap wahana berbeda, mulai dari Rp. 10.000 – Rp. 15.000.
Setelah puas berfoto – foto di Antapura De Djati, sekitar pkl 11.00 rombongan melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan sholat Dzuhur dan makan siang di Rumah Makan Sugema.
Setelah beristirahat, sekitar pkl 12.30 rombongan “ PARLIN” melanjutkan perjalanan wisata ke Sentra Industri Sukaregang. Terletak di daerah perkotaan tepatnya di jalan Ahmad Yani sebelah timur, area Sukaregang ini mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Di Sentra Industri Sukaregang ini menyajikan produk olahan berbahan dasar kulit asli, mulai dari dompet, jaket, topi, sepatu, dan tas serta pernak pernik lainnya seperti gantungan kunci, sarung handphone, sarung korek api hingga strap jam tangan. Untuk masing – masing produk olahan kulit itu sendiri terbuat dari kulit sapi, kulit kerbau, dan kulit domba.
Toko – toko kerajinan kulit tersebut biasanya beroperasi dari mulai pkl 08.00 pagi hingga pkl 18.00 sore hari. Untuk harga nya, produk asli Garut ini sangatlah terjangkau dengan kualitas internasional.
Setelah menunaikan sholat Ashar, sekitar pkl 15.30 rombongan PARLIN kembali melanjutkan perjalanan wisata ke Tirta Gangga, Garut.
Hotel Tirtagangga yang terletak di Jalan Raya Cipanas No. 130 Tarogong, Cipanas, kota Garut ini berada di kaki Gunung Guntur yang masih aktif. Di daerah ini dikenal dengan sumber air panas alami yang membuat daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Pada perjalanan wisata kali ini, rombongan PARLIN menyempatkan waktu untuk sekedar berendam dan berenang di kolam air panas Hotel Tirtagangga. Selain menyediakan kamar untuk beristirahat, Hotel Tirtagangga juga menyediakan kolam air panas yang dapat di gunakan secara umum dengan hanya membayar tiket masuk yang sangat terjangkau.
Terdapat kolam berukuran besar, biasanya untuk berenang dengan air nya yang hangat. Di sebelah kanan kolam renang terdapat kolam terapi. Tempatnya sangat teduh karena kolam terapi ini berada di bawah pohon besar. Di kolam yang berbentuk bulat ini di lengkapi dengan pancuran di bagian tengah kolam yang mengalirkan air panas.
Selain itu, tersedia juga beberapa pancuran air panas yang terdiri dari 2 shower. Dengan semburan air panas nya dapat membuat badan kita rileks seperti pijatan – pijatan air panas di kepala dan punggung kita.
Bagi yang ingin privasi, tersedia juga kamar rendam yang dapat di kunci dari dalam. Di dalam kamar rendam ini terdapat kolam berukuran panjang seperti bathtub. Ada sekitar 6 kamar rendam yang di pisah sesuai gender.
Setelah menunaikan sholat Magrib di Hotel Tirtangangga sekitar pkl 18.30, tiba waktunya rombongan PARLIN bersiap untuk kembali ke Bandung. Dan alhamdulillah pkl 20.30 rombongan sudah tiba di SMA Negeri 24 Bandung.
Setelah seharian rombongan menikmati perjalanan wisata dengan berbagai destinasi wisata di Garut, kami mendapatkan pelajaran tentang alam dan budaya kota Garut. Masih banyak tempat yang bisa kita gali kekayaan sumber alamnya.
Kami berharap dengan adanya perjalanan wisata ini dapat mengangkat dan memperkenalkan budaya Sunda umumnya juga untuk meningkatkan kekeluargaan di SMAN 24 Bandung.
Paling enak makan rujak serut
Yang dibuat oleh ibu Sunarya
Hari ini kita ke jalan Garut
Besok lusa kita kemana ya?




































Discussion about this post