PortalNusa – Anggota gerakan Jihad Islam Palestina menyatakan akan melancarkan perlawanan sengit, jika rezim Zionis tidak berhenti menyerang Al Quds.
Pasukan Zionis yang menduduki melukai 224 warga Palestina hari Jumat menyerang jamaah Palestina yang berpuasa di Masjid Al-Aqsa dan Al Quds.
Dawood Shahab, Kepala Kantor media Gerakan Jihad Islam Palestina hari Sabtu (16/4/2022) menyinggung tindakan bermusuhan rezim Zionis, dengan mengatakan, “Semakin banyak negara melakukan normalisasi dengan rezim Zionis akan mendorongnyameningkatkan pembunuhan dan penindasan, serta mengambil langkah-langkah untuk memaksakan kebijakannya. Konfrontasi di Quds dilakukan rezim Zionis untuk mengubah perimbangan kekuasaan demi kepentingannya,”.
“Normalisasi adalah pengkhianatan terhadap Palestina, Al Quds dan Masjid Al-Aqsa, dan negara-negara yang telah menormalkan atau mengungkap hubungan mereka dengan rezim ini terlibat dalam kejahatan dan agresi Zionis,” kata pejabat Jihad Islam Palestina
“Apa yang terjadi kemarin (Jumat) adalah bagian dari konspirasi oleh orang-orang Yahudi agresor untuk merebut Masjid Al-Aqsa. Tetapi para jamaah Palestina, dengan ketabahan dan kepahlawanannya, menggagalkan konspirasi ini,” tegasnya.
Ia juga menyerukan bangsa-bangsa bebas untuk bangkit dan menentang normalisasi hubungan penguasa mereka dengan rezim Zionis.
“Tentu saja, ada bangsa dan pemerintah yang mendukung Palestina seperti Republik Islam Iran, yang sejauh ini terus melanjutkan bantuan dan dukungannya terhadap perlawanan dan perjuangan Palestina,” papar Shahab.(Sumber:PH/Parstoday.com/id)




































Discussion about this post