Portalnusa.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon menyelenggarakan aksi donor darah berskala besar dengan target 1.000 kantong darah di Gedung Balai Kota Cirebon.
Langkah ini diambil sebagai upaya responsif terhadap menipisnya ketersediaan stok darah di wilayah Cirebon setelah libur panjang Idulfitri.
Ketua PMI Kota Cirebon, dr Edial Sanif, diwakili pengurus, Sumarni, menjelaskan bahwa lonjakan kebutuhan darah biasanya terjadi selama bulan Ramadan hingga hari raya, yang sering kali tidak sebanding dengan jumlah pendonor yang masuk.
“Ketersediaan darah pasca Lebaran memang terbatas, sementara kebutuhan di rumah sakit tetap tinggi,” ujar Sumarni, disela kegiatan donor darah, di ruang Loby Balai Kota Cirebon, Senin (30/3/2026).
Kolaborasi dan Dukungan Donatur
Kegiatan ini dapat terlaksana berkat sinergi antara PMI, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, serta dukungan dari pihak donatur yang memberikan stimulus berupa paket beras dan minyak goreng bagi masyarakat yang mendonorkan darahnya.
Sumarni menekankan pentingnya stok darah ini, mengingat kebutuhan rutin di RSUD Gunung Jati saja mencapai 2.000 hingga 3.000 labu setiap bulannya.
“Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan dari rumah sakit lain di sekitar wilayah Cirebon,”katanya.
Fokus pada Golongan Darah Langka
Saat ini, PMI Kota Cirebon memberikan perhatian khusus pada ketersediaan golongan darah AB dan B yang stoknya sering kali menipis atau kosong.
“Golongan darah AB dan B memang agak sulit didapat dan stoknya selalu kurang. Kami berharap aksi hari ini bisa menjaring banyak pendonor untuk golongan tersebut,” tambahnya.
Target Harian dan Layanan Mobile
Secara rutin, PMI Kota Cirebon menargetkan perolehan 100 hingga 150 labu darah per hari untuk menjaga stabilitas stok. Selain melalui kantor pusat PMI, upaya jemput bola terus dilakukan melalui unit mobil donor darah yang disebar ke berbagai titik strategis, seperti, Alun-alun, Cirebon Super Block (CSB) Mall, Gereja-gereja dan lingkungan RW yang telah terjadwal.
Meski antusiasme warga cukup tinggi, Sumarni mengingatkan bahwa tidak semua pendaftar dapat mendonorkan darahnya karena harus melewati proses skrining kesehatan yang ketat. Sering kali, dari sepuluh orang yang mendaftar, hanya sekitar lima hingga enam orang yang dinyatakan layak untuk diambil darahnya.
Melalui aksi ini, PMI berharap kesadaran masyarakat untuk mendonor tetap terjaga guna memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak terhambat oleh kekosongan stok darah.































Discussion about this post