Portalnusa.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait pemblokiran akun media sosial dan akun permainan daring (game online) bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno menegaskan bahwa langkah ini merupakan momentum penting untuk mengembalikan anak-anak ke dunia nyata.
Menurutnya, penggunaan perangkat digital yang berlebihan telah berdampak pada melambatnya perkembangan motorik dan kemampuan interaksi sosial anak-anak dibandingkan generasi sebelumnya.
“Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat yang memblokir akun anak-anak di bawah usia 16 tahun. Ini merupakan kesempatan buat orang tua mengembalikan anak-anak ke dunia nyata, dengan bermain langsung melibatkan orang tua, melibatkan fisik, sehingga ada interaksi langsung yang akan meningkatkan motorik anak,”kata Budi disela kesibukkannya, Senin (30/3/2026).
Peran Vital Keluarga
Pemerintah menekankan bahwa kunci keberhasilan kebijakan ini sepenuhnya berada di tangan orang tua. Meski pemerintah melakukan pemblokiran secara sistem, komitmen keluarga sangat diperlukan agar anak-anak tidak “menyiasati” aturan tersebut, misalnya dengan mendaftarkan akun menggunakan identitas orang tua atau saudara yang lebih tua.
“Mudah-mudahan dengan pemblokiran akun anak ini diikuti dengan komitmen orang tua. Bagaimanapun kunci utama itu ada di keluarga. Jangan disiasati lagi anak bermain pakai akun orang tua, karena keluarga adalah pusat pembangunan masa depan anak-anak kita,” ujar Budi
Manfaat Kembali ke Dunia Nyata
Dengan berkurangnya waktu di dunia digital, anak-anak diharapkan dapat kembali aktif secara fisik dan emosional. Aktivitas bermain di lingkungan nyata dinilai jauh lebih efektif dalam membentuk karakter anak, terutama dalam hal, keseimbangan motorik seperti melatih fisik agar lebih sehat dan responsif.
Interaksi Sosial. Belajar bersosialisasi dan menumbuhkan empati terhadap sesama dan kemampuan problem solving dengan melatih anak menghadapi dan menyelesaikan konflik secara langsung saat bermain dengan teman sebaya.
“Langkah tegas ini memang diakui menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama menghadapi reaksi anak yang mungkin merasa keberatan di awal penerapan,”katanya.
Namun, hal ini dianggap sebagai langkah perlu demi mencetak generasi masa depan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan mental yang kuat.































Discussion about this post