PortalNusa.ID, Sukabumi – Anggota DPR RI, Zainul Munasichin, menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus terus disosialisasikan guna menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang berlangsung di Hotel Augusta, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/11/2025).
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Citepus Koswara, tokoh pemuda Usman Abdul Fakih, dan pegiat sosial Ade Zamil. Para tokoh ini turut memberikan dukungan terhadap upaya penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan masyarakat pesisir Palabuhanratu.
Dalam paparannya, Zainul menilai bahwa Indonesia sebagai negara dengan keragaman etnis, budaya, bahasa, dan agama membutuhkan fondasi kuat agar tetap kokoh. Empat pilar kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi pedoman utama untuk menjaga keseimbangan tersebut.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya konsep, tetapi penopang persatuan. Di tengah keberagaman, nilai-nilai ini menjadi tali yang mengikat kita sebagai satu bangsa,” ujar Zainul.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan zaman dan derasnya arus informasi membuat masyarakat semakin mudah terpengaruh isu yang dapat memicu perpecahan. Karena itu, pemahaman dan pengamalan Empat Pilar harus terus dikuatkan mulai dari tingkat desa.
Zainul menambahkan bahwa keberagaman bukanlah hal yang harus ditakuti, melainkan kekayaan bangsa yang harus dikelola dengan bijak. Menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami sebagai sikap hidup yang menghargai perbedaan namun tetap berdiri dalam satu ikatan persatuan.
“Sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran bersama bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman adalah kekuatan, selama kita berjalan dengan nilai Pancasila dan semangat NKRI,” tegasnya.
Kepala Desa Citepus Koswara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan masyarakat, terutama generasi muda.
Kegiatan juga disambut positif oleh tokoh pemuda Usman Abdul Fakih dan pegiat sosial Ade Zamil yang menilai bahwa pemahaman Empat Pilar sangat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi isu-isu yang memecah belah.
Di akhir kegiatan, Zainul mengajak seluruh peserta untuk menjalankan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari, mengutamakan toleransi, serta menjaga keharmonisan sosial. Menurutnya, hanya dengan persatuan Indonesia dapat tetap berdiri kuat menghadapi berbagai tantangan.
“Persatuan adalah pondasi. Jika masyarakat memahami dan mengamalkan Empat Pilar, maka bangsa ini akan semakin kokoh dan mampu melangkah maju,” tutupnya. (*)





































Discussion about this post