Portalnusa.id – Warga Dangiang Bukit Maneungteung, Kecamatan Waled, bersama seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon mendeklarasikan dukungan kepada KH. Abas dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon untuk diangkat menjadi Pahlawan Nasional.
Deklarasi ini berlangsung di Bukit Perjuangan Maneungteung, Desa Waled Asem, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, bertepatan dengan acara Helaran Seni dan Budaya serta peringatan Hari Pahlawan Wargi Maneungteung, Sabtu (08/11/2025).
Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Kuwu Waled Asem, Yanto menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Wargi Dangiang Maneungteung atas dukungan penuh mereka, baik moril maupun materiil, sehingga acara Helaran Seni dan Budaya serta peringatan Hari Pahlawan tingkat Kecamatan Waled ini dapat terlaksana dengan sukses.
“Bukit Maneungteung adalah milik kita bersama, saksi bisu perjuangan para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan NKRI,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Muspika Waled, anggota dewan dapil 6 Kabupaten Cirebon, dan seluruh warga yang telah mendukung acara ini.
Ketua Paguyuban Dangiang Maneungteung, Ahmad Hudori, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan dan melestarikan kesenian serta kebudayaan lokal masyarakat Kecamatan Waled dan Kabupaten Cirebon.
“Selain itu, Helaran Seni dan Budaya ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama para pelaku UMKM,” katanya.
Dalam acara tersebut, juga dilaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih berukuran 3×5 meter di atas Patung Perjuangan Bukit Maneungteung, serta deklarasi dukungan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menjadikan KH. Abbas Buntet Pesantren sebagai Pahlawan Nasional.
“Kami dari Paguyuban Wargi Dangiang Maneungteung dan seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon sangat mendukung agar Kyai Haji Abbas Buntet Pesantren diangkat menjadi Pahlawan Nasional,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Ahud menambahkan bahwa Paguyuban Dangiang Maneungteung terbentuk karena kesadaran akan pentingnya melestarikan sejarah dan budaya Kecamatan Waled, termasuk menghidupkan kembali tradisi Adzan Sisidayeuh sebagai ritual rutin dalam setiap acara Helaran Seni dan Budaya Kecamatan Waled.
“Dangiang berarti menerangi. Paguyuban ini bertugas menerangi sejarah Kecamatan Waled yang masih tersembunyi, agar sejarah, seni, dan budaya Kecamatan Waled dapat dikenal luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Pondasi Terkikis Banjir, Jembatan Vital di Gembonganmekar Cirebon Terancam Putus
Portalnusa.id – Kekhawatiran kini tengah menyelimuti warga Desa Gembonganmekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon. Jembatan penghubung antar-wilayah yang melintasi Sungai Cisaat...


































Discussion about this post