Bandung, — Enam pendidik dari SDT Krida Nusantara menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Parasamya Anugerah Aksara Nugraha 2025 yang digelar oleh Komunitas Penggerak Pendidikan Jawa Barat (KPPJB) di Hotel Travello, Kota Bandung, Ahad (26/10/2025).
Dua guru SDT Krida Nusantara berhasil meraih penghargaan Susastera Nugraha, yakni Nono Daryono, M.Ag dengan karya bukunya “Guru Teduh”, dan Yadi Kusmayadi, S.Pd dengan karya sastra berjudul “Antara Kuring Jeung Anjeun”.
Sementara itu, empat guru lainnya menerima penghargaan Suratma Nugraha atas kiprahnya sebagai penggerak literasi sekolah, yaitu Tina Indriana, S.Si selaku Kepala Sekolah, Ani Maisyaroh, S.Pd, Ela Nurliani, S.Pd, dan Dahlia, S.Pd.
Adapun Lina Mardiana, S.Pd, yang juga menjadi nominasi penerima penghargaan kategori Suratma Nugraha, tidak dapat hadir karena sedang menunaikan ibadah umrah.
Literasi Jadi Napas Pendidikan
Kepala Sekolah SDT Krida Nusantara, Tina Indriana, S.Si, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima oleh para guru. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi.
“Alhamdulillah, ini bukan sekadar penghargaan, tetapi buah dari semangat bersama untuk menjadikan literasi sebagai napas pendidikan di SDT Krida Nusantara,” ujar Tina usai menerima penghargaan.
Tina menambahkan, penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan literasi yang kreatif dan kontekstual.
“Kami berkomitmen agar anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menulis, berpikir kritis, dan berani mengemukakan gagasan,” tuturnya.
Apresiasi bagi Guru dan Sekolah
Salah satu penerima Susastera Nugraha, Nono Daryono, M.Ag, menyampaikan bahwa karyanya “Guru Teduh” lahir dari refleksi panjang tentang peran pendidik di era modern.
“Buku ini saya tulis untuk mengingatkan bahwa guru bukan sekadar pengajar, tetapi penuntun jiwa yang meneduhkan peserta didik,” kata Nono.
Sementara itu, Yadi Kusmayadi, S.Pd, yang juga meraih penghargaan di bidang sastra Sunda, mengungkapkan bahwa literasi daerah perlu terus dijaga dan dikembangkan.
“Karya Antara Kuring Jeung Anjeun saya persembahkan untuk membumikan kembali bahasa Sunda agar tetap hidup di hati generasi muda,” ucap Yadi.
Sekolah Tergiat Literasi
Selain prestasi individu, SDT Krida Nusantara turut dinobatkan sebagai Sekolah Tergiat keempat dalam penggerak literasi versi KPPJB Jawa Barat 2025. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi sekolah dalam mengintegrasikan program literasi ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Ketua KPPJB Jawa Barat, dalam sambutannya, mengapresiasi peran para guru SDT Krida Nusantara sebagai contoh nyata penggerak literasi di lingkungan pendidikan dasar.
“Para penerima penghargaan ini membuktikan bahwa literasi bukan hanya kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga gerakan perubahan budaya berpikir,” ujarnya.
Kesan Mendalam dari Acara
Acara Parasamya Anugerah Aksara Nugraha 2025 berlangsung meriah dan khidmat. Suasana di Hotel Travello, Bandung, dipenuhi rasa bangga dan haru para pendidik yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Kami pulang membawa semangat baru untuk terus menggelorakan literasi di sekolah,” pungkas Tina Indriana.
Dengan diraihnya penghargaan ini, SDT Krida Nusantara semakin menegaskan diri sebagai sekolah yang aktif menumbuhkan ekosistem literasi di lingkungan pendidikan dasar, sekaligus menginspirasi sekolah lain untuk terus bergerak dalam Gerakan Literasi Nasional.
Tag: #AnugerahAksaraNugraha #GuruBerprestasi #SDTKridaNusantara #LiterasiSekolah #KPPJBJawaBarat #Bandung #PendidikanJawaBarat





































Discussion about this post