Portalnusa.id, Sukabumi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi dari komisi II Hamzah Gurnita melaksanakan reses sidang pertama masa persidangan tahun 2024 – 2025 di wilayah Desa Cidadap, Kec. Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Dalam resesnya yang dihadiri ratusan perwakilan masyarakat Desa Cidadap tersebut, Hamzah Gurnita menerima banyak aspirasi yang menjadi persoalan selama ini di lingkungan dan menjadi kebutuhan.
“Alhamdulillah hari ini melaksanakan reses di desa Cidadap dua lokasi, antusiasnya masyarakat sangat luar biasa, sekalian silaturahmi juga ini,” ujar Hamzah saat diwawancara. Selasa, (19/11).
Hamzah mengaku dari banyaknya aspirasi yang didapatkannya salah satunya terkait infrastruktur jalan, sumur bor, serta insentif guru ngaji, sehingga hal itu akan menjadi komitmennya untuk diperjuangkan di parlemen.
“Insentif guru ngaji, ini menjadi PR juga bagi kami dari fraksi PKB, ada intruksi dari pimpinan untuk membuat Perda inisiatif insentif guru ngaji, dan akan kami perjuangkan di parlemen,” jelasnya.
Kata Hamzah, dari beberapa program tersebut, tentunya harus jalankannya dan diperjuangkannya sebagai wakil rakyat, karena aspirasi dari masyarakat jika di terpenuhi akan memberikan manfaat yang luar biasa. Untuk itu, sebagai langkah awal terlebih dahulu akan menyesuaikan dengan tema pembangunan di kabupaten Sukbumi untuk tahun depan yakni persoalan Infrasturktur.
“Jadi ya kemungkinan infrastruktur harus baik, layak, sehingga masyarakat bisa mendapatkan jalan jalan yang baik,” terangnya.
Tidak hanya persoalan diatas, lanjut Hamzah, aspirasi yang didapatnya dan menjadi pekerjaan rumah karena harus segera mendapat penanganan, yakni isu penanganan sampah yang selalu menjadi perbincangan di masyarakat desa Cidadap masih ditemukan menumpuk di ujung jembatan Bagbagan.
“Persoalan sampah menjadi PR kita bersama. Secepatnya saya akan kordinasi dengan DLH, agar mencari solusi terbaik untuk penanganan sampah disini. Ini tidak layak juga dipandang wisatawan, kita sebagai pribumi sehingga harus lebih cepat lagi. Harus ada mobil khusus, agar bisa angkut tiap hari. Kebetulan DLH ini mitra komisi II, saya akan kordinasi dengan Pak Kadis terkait penanganan sampah ini,” tutupnya.


































Discussion about this post