Portalnusa.id – Perikanan merupakan salah satu sektor utama di Indonesia yang menopang ketersediaan pangan nasional. Sebagai negara kepulauan, sebanyak 1,83 juta orang nelayan tradisional di Indonesia bergantung pada hasil tangkap ikan dan hasil laut lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Nelayan tradisional merupakan bagian penting dalam ekosistem industri perikanan di Indonesia. Meskipun demikian, nelayan tradisional menempati posisi yang paling rentan di dalam ekosistem tersebut. Marjin keuntungan yang rendah akibat akibat panjangnya rantai distribusi perikanan menjadi salah satu faktor utama penyebab kerentanan tersebut. Selain itu rendahnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung juga menjadi penghambat dalam peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya di wilayah-wilayah kepulauan terpencil di bagian timur Indonesia.
Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional di wilayah Indonesia timur, PT. Jobel Enerji Global menjalin kemitraan dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO) dalam rangka meningkatkan dan menyederhanakan rantai pasok dan distribusi perikanan.
Kerjasama diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT. Jobel Enerji Global dan ASPARINDO dilakukan pada hari Selasa, 6 September 2022 bertempat di Kantor Sekretariat ASPARINDO.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bapak Drs. Yoel Rohrohmana, Direktur Utama PT. Jobel Enerji Global dan Bapak Y. Joko Setiyono, Ketua Umum ASPARINDO.
Kerjasama multi-pihak ini melibatkan langsung keikutsertaan masyarakat nelayan tradisional yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama binaan PT. Jobel Enerji Global di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kemitraan ini memungkinkan hasil tangkap nelayan tradisional terserap secara langsung oleh mitra-mitra pasar yang tergabung dalam ASPARINDO.
Selain penandatanganan kerjasama, kesempatan tatap muka secara langsung tersebut juga digunakan untuk membahas rencana peningkatan sarana dan prasarana penangkapan ikan bagi nelayan tradisional, serta pelatihan peningkatan kapasitas nelayan di wilayah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.(TK)



































Discussion about this post