PortalNusa.ID, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan lahan yang dimiliki daerah.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas lingkungan.
“Kota Sukabumi memiliki keterbatasan anggaran dan lahan dalam pengelolaan sampah. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi dan kampanye lingkungan Restoe Boemi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Rabu (4/3/2026).
Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah sampah organik dan anorganik, merupakan fondasi penting dalam sistem pengelolaan sampah yang efektif.
Menurut Bobby, tanpa partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, berbagai teknologi pengolahan sampah tidak akan memberikan dampak optimal.
Karena itu, pemerintah daerah mulai mendorong penguatan literasi lingkungan di sekolah sebagai salah satu strategi membangun kesadaran kolektif sejak dini.
Ia berharap gerakan pilah sampah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, Pemkot Sukabumi optimistis upaya pengurangan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung terciptanya kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.





































Discussion about this post