PortalNusa.ID, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai strategi memperkuat struktur ekonomi daerah.
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengatakan pembiayaan UMKM melalui sektor perbankan di Kota Sukabumi saat ini berada di kisaran Rp1,5 triliun. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan hingga Rp3 triliun dalam beberapa tahun ke depan.
“UMKM harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Karena itu akses pembiayaan perlu diperluas agar usaha masyarakat bisa berkembang,” kata Ayep Zaki.
Menurutnya, peningkatan pembiayaan tersebut akan didorong melalui sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta 29 perbankan yang beroperasi di Kota Sukabumi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Selain memperluas akses kredit usaha, pemerintah juga menyiapkan program pembiayaan sosial berbasis ekonomi umat, salah satunya melalui program Qordul Hasan yang ditargetkan menjangkau sekitar 31 ribu penerima.
Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat yang memiliki usaha skala kecil namun kesulitan mengakses pembiayaan formal.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp1,32 triliun menjadi Rp1,45 triliun melalui penguatan investasi dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus meningkat dari capaian 5,32 persen pada 2025.





































Discussion about this post