Portalnusa.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertegas komitmennya dalam mendukung pemerataan ekonomi melalui peningkatan inklusi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) yang berlangsung di Desa Paninggaran, Kabupaten Kuningan, Kamis (26/2/2026).
Program PINTAR merupakan inisiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dirancang sebagai bagian dari strategi nasional untuk mempercepat inklusi keuangan, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan bahwa perluasan akses keuangan tidak boleh hanya berhenti pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan semata.
“Perluasan akses keuangan harus diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu diimbangi dengan literasi yang memadai serta pelindungan konsumen yang optimal,” tegas Agus.
OJK memandang inklusi keuangan sebagai instrumen strategis bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses, kapasitas ekonomi, serta latar belakang pendidikan.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian, Dr. Erdiriyo, SE., MM., menjelaskan bahwa Program PINTAR merupakan bagian dari agenda dan strategi nasional percepatan inklusi keuangan yang menyasar kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan. Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” ujar Erdiriyo.
Berdasarkan data riset dari RISE, saat ini tercatat masih ada 161 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Paninggaran. Program PINTAR menetapkan target ambisius untuk tahun 2026, yaitu, Penurunan minimal 10% jumlah KPM. Penguatan akses simpanan dan pembiayaan produktif.cPeningkatan kepemilikan asuransi.
Meskipun tantangan masih ada, hasil survei menunjukkan masyarakat Desa Paninggaran memiliki kesadaran yang baik mengenai pentingnya menabung dan asuransi.
Melalui FGD ini, OJK menegaskan dukungan dan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal dan mendampingi implementasi Program PINTAR agar mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara finansial dan berkontribusi pada pemerataan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.
FGD ini berfungsi sebagai forum strategis untuk mengevaluasi dan memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dr. Erdiriyo, SE., MM., Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian, Agus Muntholib, Kepala OJK Cirebon, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Wakil Bupati Kuningan, Perwakilan dari RISE (mitra riset) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G dan A37 5G: Bawa “Awesome Intelligence” ke Segmen Menengah
Portalnusa.id – Samsung Electronics Co., Ltd. secara resmi memperkenalkan lini terbaru dari keluarga Galaxy A series, yakni Galaxy A57 5G...




































Discussion about this post