Bandung Barat- SIGAB Persis Korda Kabupaten Bandung Barat resmi meluncurkan gerakan mitigasi bencana bertajuk “SIGAB Goes to School”, sebagai respons atas meningkatnya potensi dan kerentanan bencana di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Gerakan ini muncul dari kekhawatiran dan kegelisahan setelah SIGAB melakukan kajian mendalam mengenai risiko bencana di daerah tersebut. Dari hasil kajian itu, SIGAB menilai bahwa satuan pendidikan merupakan ruang strategis yang harus diperkuat kapasitasnya dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam konteks pengurangan risiko bencana, sekolah memegang peran sangat penting. Anak-anak menghabiskan setidaknya delapan jam per hari di lingkungan sekolah, apalagi dalam konteks ini Pondok Pesantren, sehingga menjadikannya salah satu ruang publik paling rentan apabila bencana terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Konsep Sekolah Siaga Bencana (SSB) atau Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi pendekatan mitigasi yang menekankan pembentukan budaya siaga serta peningkatan kapasitas seluruh warga sekolah Melalui SSB, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran mitigasi bagi masyarakat sekitar.

Ketua SIGAB Persis Korda Kabupaten Bandung Barat, Moh. Guntur, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya kolektif dalam membangun sistem kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan Persatuan Islam.
“Program Mitigasi Bencana di Satuan Pendidikan Persis se-KBB merupakan sebuah ikhtiar untuk membangun alur kesiapsiagaan yang sistematis guna menghadapi segala situasi darurat yang terjadi di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.
Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan di lima sekolah Persis di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris SIGAB Persis KBB, Naufal Farid, yang menegaskan bahwa program ini bersifat jangka panjang.
“Terhitung sejak September 2025 sampai sekarang, kami telah melaksanakan program di lima sekolah. Dan perlu digarisbawahi bahwa program ini adalah jangka panjang. Kami akan melakukan pendampingan dan evaluasi, karena salah satu capaian utama dari program ini adalah agar warga sekolah memiliki kemampuan mitigasi bencana,” jelasnya.

Melalui program SIGAB Goes to School, berbagai keluaran program berhasil diwujudkan sebagai upaya memperkuat kapasitas kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Di antaranya adalah penyusunan SOP Bencana berdasarkan potensi risiko spesifik setiap sekolah, penyusunan peta dan jalur evakuasi, serta pemasangan rambu evakuasi sebagai panduan keselamatan saat keadaan darurat.
Selain itu, program ini juga menghasilkan pembentukan Tim Siaga Bencana (TSB) sebagai garda terdepan dalam penanganan kedaruratan di sekolah. SIGAB Persis KBB turut melakukan pendampingan terhadap unit UKS, yang secara internal disebut POSKSRENT, guna memastikan keberlanjutan pembinaan dan peningkatan kapasitas warga sekolah dalam mitigasi bencana.
Sebagaimana ditegaskan kembali oleh Guntur:
“Sebagai ikhtiar keberlanjutan program ini, akan dibentuk Tim Siaga Bencana (TSB), penyusunan SOP Bencana sesuai potensi risiko tiap sekolah, serta pendampingan POSKSRENT sebagai bagian dari penguatan sistem kesiapsiagaan,dan Program SIGAB Goes to School diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapsiagaan sekolah” ujarnya.
Program SIGAB Goes to School diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapsiagaan sekolah, meningkatkan literasi kebencanaan, serta membangun budaya siaga di lingkungan pendidikan Persatuan Islam Kabupaten Bandung Barat. Melalui kolaborasi jangka panjang, SIGAB Persis KBB menargetkan seluruh sekolah mampu menjadi satuan pendidikan yang tangguh dan aman bencana





































Discussion about this post