Portalnusa.id – Penambangan galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon kembali longsor.
Akibat kejadian tersebut berdasarkan data di lapangan, korban meninggal tercatat sebanyak 14 orang. Sementara itu, 9 orang lainnya mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit.
Imbas dari insiden ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mencabut izin penambangannya secara permanen.
Hal tersebut diungkapkan Kepala ESDM Jawa Barat Bambang Tirto Yuliono, saat meninjau langsung lokasi kejadian pasca longsor hari ini.
Menurutnya Pencabutan izin untuk penambangan di Gunung Kuda bisa saja dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau bahkan akan berdampak pada penutupan.
“Bisa saja penutupan, keputusannya ada di pak Gubernur Jawa Barat,”kata Bambang saat dilokasi.
Menurut Bambang, pihaknya telah berkali-kali mengingatkan bahwa metode penambangan di Gunung Kuda salah dan membahayakan.
Bahkan, sebelum longsor hari ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan memasang police line di lokasi.
“Ini ada sebuah kesalahan dalam metode penambangannya. Kami dari Dinas ESDM sudah memperingatkan berkali-kali,”katanya.
Sementara itu di akun media sosial pribadinya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, bahwa dirinya pernah mendatangi penambangan galian C Gunung Kuda pada saat dirinya belum menjabat Gubernur Jawa Barat.
“Beberapa waktu lalu sebelum saya menjadi Gubernur Jawa Barat pernah datang ke penambangan galian C Gunung Kuda. Saya melihat penambangan galian C itu berbahaya tidak memenuhi unsur standarisasi keamanan bagi pekerja,”katanya.
Pada saat itu Dedi yang belum menjabat Gubernur tidak ada kewenangan untuk menutup aktivitas penambangan galian C itu.
“Penambangan ini sudah berizin bulan Oktober sampai 2025, dan waktu itu saya tidak punya kapasitas apapun untuk menghentikan maka penambangan tersebut terus beroperasi,”kata KDM sapaan akrabnya.
KDM yang mendapatkan kabar duka, sebanyak, 10 orang lebih tertimbun dalam musibah longsor penambangan galian C tersebut. Untuk itu dirinya sudah memerintahkan kepala ESDM untuk mengambil tindakan tegas.
“Saya sudah memerintahkan kepala ESDM dan jajarannya yang sudah di lokasi untuk menutup perusahaan penambangan C itu selamanya,”katanya.
Edo Ajak Kader PKK dan Posyandu Cirebon Buang Ego Sektoral Demi Pelayanan Publik
Portalnusa.id – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meminta seluruh kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Posyandu untuk...





































Discussion about this post