Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) H. Mu’min Darjatuloh, M.Pd, yang juga merupakan kader Partai Gerindra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam menangani kenakalan remaja melalui program pembinaan karakter di Barak Militer TNI.
Mu’min menilai kebijakan ini masih menuai pro dan kontra di kalangan akademisi, politisi, hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Namun, ia mencatat bahwa justru banyak masyarakat mendukung, terutama mereka yang melihat langsung perubahan positif pada anak-anak yang dibina di barak.
“Pembinaan ini tidak melanggar hak anak. Justru sangat bermanfaat karena melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Dan program ini bukan hanya berhenti di barak, tapi akan dipantau terus oleh pemerintah dan sekolah,” ungkap Mu’min dalam keterangannya pada Selasa, 20 Mei 2025.
Menanggapi temuan KPAI bahwa 6,7 persen siswa tidak mengetahui alasan mereka mengikuti program ini dan tidak melalui asesmen psikologis, Mu’min menilai angka tersebut masih tergolong kecil dan tidak signifikan.
“Kalau yang tidak tahu alasannya sampai 50 persen, baru itu jadi masalah. Tapi 6,7 persen itu wajar dan masih dalam batas yang bisa diterima. Apalagi siswa yang dikirim ke barak ini memang sudah mengarah ke tindakan kriminal dan orang tuanya menyerah untuk mendidik,” jelasnya.
Ia pun mengkritik pendekatan KPAI yang selama ini dinilai hanya sebatas teori dan seminar, tanpa solusi konkret yang menyentuh akar permasalahan. “Program ini bukan pendidikan militer, melainkan pendidikan karakter. Tidak ada kekerasan fisik, justru mereka dilatih disiplin, tanggung jawab, dan moral oleh tentara. Ini adalah pendidikan berbasis nilai-nilai dasar yang sangat dibutuhkan anak-anak kita saat ini,” ujarnya.
Mu’min menegaskan bahwa program KDM adalah upaya konkrit yang patut dipertahankan dan dikembangkan demi masa depan generasi muda, khususnya di Jawa Barat.***





































Discussion about this post