Portalnusa.id, Kota Sukabumi – Penjabat Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji pada simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara (P2S) mengajak masyarakat pada 27 November nanti agar menggunakan hak pilihnya untuk tidak golput, dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur serta Walikota dan Wakil Walikota untuk Pilkada 2024.
Kusmana mengatakan, dengan adanya kegiatan Simulasi pemungutan dan penghitungan suara ini untuk mengingatkan kembali bagi KPU, Bawaslu, dan juga masyarakat agar mengetahui terkait tahapan-tahapan Pemilu. “Jadi melalu simulasi ini diharapkan nanti pada pelaksanan pemilihan 27 November berjalan dengan lancar, dari mulai pemberitahuan formulur C1 untuk calon pemilih,” ujar Kusmana kepada wartawan, Kamis (21/11).
Lanjut Kusmana, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar mengecek kembali apakah sudah mendapatkan formulir C1 dan undangannya. “Kemudian nanti saya menekankan untuk masyarakat agar menggunakan hak pilihnya supaya tidak golput guna menentukan pemimpin Kota Sukabumi dab Gubernur Jawabarat periode 2025-2030,” tandasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Sukabumi Dzikrillah, mengatakan kegiatan simulasi saat ini mengunakan daftar pemiliih tetap (DPT) yang ada di TPS 1 Kelurahan Gunung Parang berjumlah 510 orang. Namun demikian, untuk simulai pemilihan Gubernur dan Walikota ini menggunakan surat suara tidak ril. “Jadi dalam surat pemilihan Gubernur kita menggunakan lima pasangan calon dan untuk Walikota empat pasangan calon,” tambahnya.
Dzikrillah menjelaskan, untuk simulasi ini menggunakan mekanisme prosedur sebagaimana nanti pada pelaksanaan 27 November untuk pemungutan suara di KPPS. “Sehingga kita tentu memfasilitasi aksesbilitas dari TPS ini baik pemilih disabilitas maupun prioritas. Nah, untuk prioritas diantaranya Manusia Lanjut Usia (Manula), dan ibu hamil kita akan perhatikan mengenai kondisi kesehatannya dan juga untuk tuna netra kita menyiapkan alat bantu seperti huruf brailer,” tukasnya.





































Discussion about this post