Portalnusa.id– Sebagai langkah awal untuk mewujudkan inisiatif inovasi daerah terkait dengan pengembangan kantin sehat sekolah perlu didukung berbagai pihak salah satunya Yayasan Gita Pertiwi.
Direktur Gita Pertiwi Titik Eka Sasanti menjelaskan dasar pemenuhan hak anak atas pangan sehat untuk menuju Indonesia emas 2045. Kondisi persoalan gizi siswa sekolah di solo yang cenderung gemuk dan obesitas (32℅). Berdasarkan riset 2019 serta data pendukung dari dinas kesehatan dan lain-lainnya, akan menyebabkan penyakit degeneratif usia anak dan usia produktif meningkat (diabetes, darah tinggi, jantung dll)
”Penyebabnya gaya hidup dan pangan tinggi ggl (gula garam, lemak). Gita pertiwi akan fokus mendorong pentingnya kantin sehat di Kota Solo dan strateginya,” ujarnya, Minggu (7/7/2024).
Pemegang penghargaan sebagai tokoh inspiratif bidang Pangan dari Universitas Slamet Riyadi (UNSRI), membeberkan strategi yang harus dilakukan melalui Payung hukum : kebijakan, program dan anggaran dari Pemerintah Kota untuk penerapan dan keberlanjutan dengan deklarasi kota layak anak, kota sehat, kota cerdas pangan, RPJP 2025-2045, RAD pangan dan gizi dan lain sebagainya.
“Pelembagaan dalam bentuk tim UKS/M, tim kota sehat, dll. Implementasi kantin sehat di sekolah. Kolaborasi pentahelik (pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil. Swasta, media massa),” beber Dewan Pengarah AZWI itu.





































Discussion about this post