Portalnusa.id – Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO) DPC Kabupaten Sukabumi menggelar Forum Diskusi Tokoh Untuk Sinergitas Sukabumi (FDTUSS) bertempat di Aula PLUT Cikembar, Sabtu (29/10).
Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Prof. DR Owin (Dewan Pakar DPP APMIKIMMDO, DR. Laurensius, Manurung (Ketum DPP APMIKIMMDO), dan Yulipri ST MT (Kadis KUKM Kabupaten Sukabumi) serta dipandu oleh Aam Abdul Salam (Ketua DPC APMIKIMMDO Kabupaten Sukabumi).
Ketua DPC APMIKIMMDO Kabupaten Sukabumi Aam Abdul Salam mengakui, salah satu ujung tombak menjadi front terdepan dalam mendorong percepatan pulihnya perekonomian adalah sektor UKM di semua klaster.
“Tentunya itu bisa terwujud atas dukungan, sinergi dan kolaborasi semua kalangan bersama pemerintah pusat hingga Pemda Kabupaten/Kota,” tutur Aam inisiator FDTUSS.
Aam mengungkapkan, masa pandemi usaha yang paling mampu bertahan dari hantaman adalah UMKM. Penyerapan tega kerja lokal dan bahan bahan baku lokal hanya bisa dilakukan sepenuhnya oleh UMKM sesuai konsep refocusing anggaran dalam program Percepatan Ekonomi Nasional (PEN).
“UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional seperti diakui Presiden RI Joko Widodo harus didukung oleh semua elemen. Kesehatan ekonomi berdampak pada keamanan. Sebaliknya keamanan menjamin kelancaran investasi,” jelasnya.
Selanjutnya Aam menegaskan sinergitas semua kalangan perlu digalang untuk bersinergi menjaga keharmonisan untuk kelangsungan ekonomi. Dengan demikian iklim investasi akan lebih hidup. Kondusivitas akan mendorong sektor wisata sebagai pasar utama untuk membangun kesadaran gerakan bela beli produk UKM,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP APMIKIMMDO Laurensius mengapresiasi inisiatif DPC APMIKIMMDO Sukabumi melaksanakan FDTUSS tersebut. Terlebih pesertanya mewakili semua kalangan termasuk tokoh agama.
“Peserta diskusi interaktif sharing gagasan dan sepakat membangun langkah langkah strategis ke depan atas situasi kekinian khususnya dalam memajukan UMKM serta membangun sinergi khususnya di Kabupaten Sukabumi, lokal, regional dan nasional,” kata mantan direksi Angkasa Pura II tersebut.
APMIKIMMDO, lanjut Laurensius, hadir untuk membantu dan mendorong pemerintah dalam bentuk kolaborasi dan pemberdayaan sektor UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional.
“Jika selama ini UKM hanya dijadikan sebagai objek ekonomi politisi, kita harus dorong UKM sebagai subjek ekonomi. Terbukti hanya UKM yang paling kuat bertahan penopang ekonomi nasional selama pandemi,” ujarnya.
APMIKIMMDO didirikan oleh berbagai tokoh yang expert dalam bidang UMKM. Diharapkan organisasi ini mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha dalam percepatan pembanguan ekonomi.
APMIKIMMDO mencatat terdapat 18% produk UMKM ke laut negeri. Pasarnya antara lain Amerika, Jepang, dan Eropa. Sedangkan produk ya g paling laris diantaranyaa produk fashion, meubeul. Sedangkan pasar UKM lokal ada 24.000 outlet minimarket se- Indonesia yang bisa menjadi mitra distribusi dan pasar.
“Seluruh potensi ini sudah kita petakan dan inventarisir agar bisa dimanfaatkan oleh 64.200 juta UMKM di Indonesia. Ini sudah disampakan ke Kemmtrian koperasi, agar diperkuat regulasinya. Belum lagi marketplace yang mempermudah akses transaksi tanpa batas wilayah. Negara harus mampu menjadi penjamin transaksi di bisin ini untuk kemajuan UMKM,” imbuh Laurensius.
Prof. Owin Jamasy dalam paparannya mengatakan, dengan visi dan misi organisasi APMIKIMMDO dengan gambaran motivasi UKM harus naik kelas, harus menjadi salah satu program strategis ke depan, mewujudkan UMKM yg tumbuh kembang mandiri dengan kualitas produk yg bisa bersaing di level nasional maupun internasional.
“Keberhasilan harus dibangun mulai dari individu manusianya. Peningkatan skill, Knowledge (pengetahuan), managerial (manajemen) menjadi kuncinya. Itu menjadi bagian dari visi misi yang perlu dikoordinasikan, dikonsolidasikan dan dikolaborasikan semua pihak untuk tercapainya tujuan APMIKIMMDO,” ucap Prof. Owin.
Kadis Koperasi dan UMKM Yulipri juga mengapresiasi kegiatan yang digagas DPC APMIKIMMDO Sukabumi ini. Yulipri bahkan mendorong agar semua pihak terkait sektor Koperasi dan UMKM untuk lebih berinovasi. Pihaknya mendukung dalam rangka pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sukabumi agar terus tumbuh dan berkembang.
“Kami tentunya akan memberikan dukungan kebijakan dan memfasilitasi seperti di PLUT ini. Dimana sarana ini dijadikan tempat berkumpulnya pelaku UMKM dalam rangka memberdayakan mereka agar bisa berkiprah lebih baik lagi ke depan,” imbuh Yulipri.#




































Discussion about this post